Panglima TNI Perintahkan Operasional PT Sacofa di Kabupaten Anambas Ditutup
Jumat, 07/04/2017 16:05:26
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri, Kamis (6/4/2017). (Foto: Dispenal Lantamal IV)

KABARBATAM.COM, ANAMBAS-  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengecek keberadaan server dan kabel fiber optik bawah laut milik perusahaan telekomunikasi PT Sacofa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis, 6 April 2017.

Pembangunan server dan kabel fiber optik bawah laut oleh perusahaan asal Malaysia tersebut dinilai melanggar kedaulatan NKRI. Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, PT Sacofa melakukan pelanggaran karena tidak memiliki izin membangun server dan jaringan kabel fiber optik bawah laut di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri.

Terkait pelanggaran yang dilakukan perusahaan telekomunikasi tersebut, Panglima TNI langsung memerintahkan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi untuk menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa.

"Panglima TNI memerintahkan untuk segera menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa, karena belum memiliki izin dari pemerintah RI sehingga melanggar hukum dan aturan internasional terkait keamanan suatu negara," tegas Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, bahwa penghentian operasional perusahaan telekomunikasi tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Internasional Nomor 1 Tahun 1983, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985.

"Dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 tertuang bahwa negara kepulauan memberikan kesempatan untuk memasang kabel bawah laut dan perusahaan yang menggelar kabel bawah laut harus mengurus perizinan dari negara bersangkutan," jelas Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menambahkan bahwa, kabel fiber optik milik PT. Sacofa yang melintang di bawah laut RI dapat membahayakan sistem keamanan dan kedaulatan negara.

"Kabel fiber optik dan server dapat langsung terhubung ke satelit bilaada tambahan perangkat lain sehingga bisa menyensor seluruh getaran, baik yang ada dipermukaan maupun kapal selam," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI mengatakan bahwa, operasional PT Sacofa sebenarnya telah berakhir pada 26 November 2016 dan sudah diputuskan untuk penghentian ‎operasionalnya, namun pada tanggal 23 Maret 2017 beroperasi kembali.

"Dari Kemenko Polhukam sudah menyampaikan bahwa perusahaan ini tidak boleh beroperasi lagi karena masalah ini menyangkut kedaulatan negara, dan kedaulatan negara adalah urusan TNI," tegasnya.

Menurut Panglima TNI, Pulau Anambas dan Natuna merupakan pulau yang lokasinya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. "Tentara Nasional Indonesia wajib melindungi agar kedaulatan NKRI tetap terjaga," pungkasnya.

Turut mendampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yakni Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI L. Pusung, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Soemantri, Danrem 033/WP Bigjend TNI Facri, Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan.
(adi)

Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   anambas
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Merespon keinginan dunia usaha agar proses perizinan cepat, mudah, dan langsung terintegrasi secara online, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Sosialisasi Kemudahan ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau memberikan bantaun dana sebesar Rp50 Juta kepada pengurus Masjid Dhiyaul Janah, Kelurahan Tembesi, Sagulung, Kota ..