Kapal Berbendera China Tangkapan WFQR Lanal Tarempa Kabur
Sabtu, 22/04/2017 15:00:08
Tim WFQR Lantamal IV mengamankan sebuah kapal di petairan Kepri. (Foto: ilustrasi)

KABARBATAM.COM, BATAM- Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang saat ini melakukan pencarian terhadap kapal berbendera China, Chuang Ho 68 yang kabur usai ditangkap oleh Tim WFQR Lanal Tarempa, Provinsi Kepri, Jumat, 21 April 2017 malam.  

Kapal yang membawa besi dan tembaga campuran seberat 100 ton tersebut diduga kabur ke perairan Malaysia. Sejumlah armada TNI AL dikerahkan untuk mencari kapal berkapasitas 8.352 Gros Ton (GT)itu.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV, Tanjungpinang, Mayor Laut KH Josdy Damopoli mengatakan,upaya pencarian terhadap kapal Chuang Ho sedang dilakukan. Pihaknya mengaku sedang berkoordinasi dengan jajaran di Lanal Tarempa untuk menghimpun informasi lengkap mengenai kronologi kaburnya kapal itu.

"Upaya pencarian sedang dilakukan. Kita juga terus berkoordinasi dengan tim di lapangan," ungkap Josdy, Sabtu, 22 April 2017. Ia mengungkapkan, kapal itu ditangkap WFQR Lanal Tarempa sekira 41 mil sebelah barat Pos TNI AL di Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri, Jumat, 21 April 2017 malam.

Saat itu, nakhoda dan ABK kapal Chuang Ho 68 diamankan untuk dimintai keterangan. "Karena kapal berada di tengah laut maka harus ada yang menjaga kapal, termasuk ada pihak kapal yang ikut berjaga di atas kapal," ujarnya.

Namun berselang beberapa jam setelah penangkapan, kapal tersebut sudah tak berada di tempatnya. Kapal asing itu kabur membawa seluruh barang bukti tangkapan Tim WFQR.

Anehnya kapal itu kabur disaat seluruh ABK nya berjumlah 20 orang diamankan ke Pos TNI AL Di Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Natuna. Seluruh ABK berkewarganegraan Tiongkok (China).

"Kami masih mengupayakan berkoordinasi dengan Lanal Tarempa untuk menyelidiki kasus ini, termasuk menelusuri pihak yang membawa kabur kapal tersebut," kata Josdy.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun, sambung Josdy, kapal bermuatan besi dan tembaga seberat 100 ton itu kabur menuju perairan Malaysia, mengingat perairan Anambas cukup dekat dengan Out Port Limit (OPL) yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Nanti akan kami sampaikan perkembangannya bila kami sudah mendapatkan informasi tambahan mengenai kaburnya kapal tersebut. Proses pencarian juga sedang berlangsung," ujarnya.

Kapal asing berbendera China ini ditangkap Tim WFQR Lanal Tarempa karena kapal tersebut telah melanggar wilayah hukum perairan Indonesia.



Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   anambas
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Merespon keinginan dunia usaha agar proses perizinan cepat, mudah, dan langsung terintegrasi secara online, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Sosialisasi Kemudahan ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau memberikan bantaun dana sebesar Rp50 Juta kepada pengurus Masjid Dhiyaul Janah, Kelurahan Tembesi, Sagulung, Kota ..