Ini Upaya Microsoft Tangkal Teror Malware Wannacrypt Serang Indonesia
Minggu, 14/05/2017 17:11:01
Ilustrasi

KABARBATAM.COM- Sebuah serangan siber serentak terjadi di berbagai belahan unia, kemarin. Peretasan sistem keamanan itu menyerang komputer sejumlah perusahaan, rumah sakit, dan sekolah. Serangan siber bernama malware ransomware wannacrypt itu juga menyerang Indonesia.

Ransomware jenis baru ini disebut telah menyerang komputer dua rumah sakit yakni RS Dharmais dan RS Harapan Kita.

Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Informasi dan Komunikasi RI , Semuel A Pangerapan mengecam aksi serangan siber tersebut. Pasalnya, kata dia, serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting).

"Serangan ini bisa dikategorikan teroris siber," kata Samuel. Ia menjelaskan, serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware. Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Malware ini umumnya menyerang komputer berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi keamanan atau tidak memiliki security updates, yang dijalankan pada komputer tersebut.

Windows Business Group Head, Microsoft Indonesia, Willy Hendrajudo angkat suara perihal sistem Windows yang diincar oleh teroris siber. Willy menjamin para pengguna lainnya aman bila telah mengaktifkan Windows Update.

"Siapapun yang menjalankan software antivirus gratis kami atau telah mengaktifkan Windows Update akan terlindungi dari serangan cyber ini," ujarnya, Minggu (14/5/2017).

Tak hanya itu, pihaknya pun telah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan lain yang terjadi terhadap pelanggannya. Antisipasi itu adalah dengan merilis pembaruan baru untuk program Windows.

"Untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap pelanggan dan bisnis mereka, kami juga telah merilis pembaruan (update) untuk Windows XP, Windows 8, serta Windows Server 2003. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi blog Microsoft Security Response Center pada Customer Guidance for WannaCrypt Attacks," terangnya.

Sekadar diketahui, serangan siber berupa Malware WannaCrypt ini meminta dana tebusan agar file yang dibajak dengan proteksi enkripsi bisa dikembalikan dan diakses lagi.

Dana tebusan yang diminta berupa dana bitcoin yang jika dikurskan setara Rp4 juta. Uang tebusan ini akan makin tinggi jika tebusan tak segera dibayar.

Sebuah serangan siber serentak terjadi di berbagai belahan dunia kemarin. Peretasan sistem keamanan itu menyerang sejumlah perusahaan, rumah sakit, dan sekolah.

Sumber  : Merdeka.com
Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   teknologi
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan BP Batam Layanan Keliling (BLINK), yakni  pengoperasian dua kendaraan yang secara khusus melayani pengurusan Izin Peralihan ..
KEPRI
NATUNA, KABARBATAM.com- Upacara Peringatan ‎Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Natuna berlangsung khidmat, Jumat (17/8/2018) pagi. Upacara ..