58.600 Warga Rohingya Mengungsi ke Bangladesh, Aung San Suu Kyi Didesak Jangan Berdiam Diri
Minggu , 03/09/2017 15:54:49
Warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh dengan jalan kaki (Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain)

KABARBATAM.COM- Konflik yang terjadi di Myanmar, khususnya di wilayah Rakhine, memaksa sekira 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh. Pekan lalu, bahkan lebih dari 2.600 rumah dibakar habis di wilayah Rakhine yang banyak ditinggali etnis minoritas muslim Rohingya.

Militer Myanmar menyalahkan militan lokal Rohingya atas pembakaran itu, namun organisasi HAM internasional menuding militer Myanmar yang bertanggung jawab.

Badan pengungsi PBB, UNHCR melaporkan bahwa sekitar 58.600 warga Rohingya menuju ke Bangladesh demi menghindari konflik yang kembali pecah di wilayah Rakhine, sejak pekan lalu. Namun dilaporkan tidak semuanya berhasil masuk ke wilayah Bangladesh.

Konflik itu dipicu bentrokan antara militer Myanmar dengan militan lokal yang disebut sebagai Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). Kelompok itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap sejumlah pos keamanan Myanmar di Rakhine.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (3/9/2017), otoritas Myanmar menyalahkan ARSA atas aksi pembakaran rumah-rumah warga sipil di Rakhine itu. Militer Myanmar menegaskan pihaknya menggelar operasi militer di Rakhine untuk memusnahkan ARSA.

"Total 2.635 rumah dari desa Kotankauk, Myinlut, dan Kyikanpyin dan dua distrik di Maungtaw dibakar habis oleh teroris ekstremis ARSA," sebut surat kabar nasional Myanmar, Global New Light of Myanmar, dalam laporannya.

Namun keterangan sejumlah besar warga Rohingya yang berhasil kabur ke Bangladesh, menyebut aksi pembakaran dan pembunuhan di Rakhine didalangi oleh militer Myanmar sendiri. Menurut warga Rohingya, hal ini dilakukan untuk mengusir mereka keluar dari Rakhine.

Keterangan warga Rohingya ini didukung oleh analisis citra satelit yang diteliti oleh organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW). Dalam pernyataannya, HRW menegaskan, pasukan keamanan Myanmar dengan sengaja melakukan pembakaran di Rakhine.

"Citra satelit terbaru menunjukkan kehancuran total sebuah desa muslim dan memicu kekhawatiran serius terhadap level kehancuran di negara bagian Rakhine bagian utara yang mungkin jauh lebih buruk dari yang diperkirakan," ucap Wakil Direktur HRW untuk Asia, Phil Robertson.

Perlakuan tak manusiawi terhadap warga Rohingya, yang jumlahnya dilaporkan mencapai 1,1 juta orang, menjadi tantangan terbesar pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi. Kritikan dari banyak negara menghujani Suu Kyi yang dianggap diam saja dan tak membela minoritas di negaranya.

Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   internasional
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan BP Batam Layanan Keliling (BLINK), yakni  pengoperasian dua kendaraan yang secara khusus melayani pengurusan Izin Peralihan ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura Gavin Chay, di Kantor DPRD Kepri, Selasa (14/8/2018). Kunjungan ini dalam ..