Pemprov Didorong Gesit Belanjakan APBD agar Mampu Gairahkan Perekonomian Kepri
Sabtu, 09/09/2017 12:00:23
Kantor Gubernur Kepri. (Foto: Batam Pos)

KABARBATAM.COM, BATAM- Pertumbuhan ekonomi Kepri yang hanya 1.52 persen pada triwulan II ini, sebenarnya dapat diantisipasi oleh Gubernur Kepri. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri seharusnya menggenjot secepatnya penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri sejak tahun anggaran diketok.

Sayangnya, APBD yang diharapkan bisa menjadi stimulan (stimulus) pertumbuhan ekonomi, justru belum terlihat perannya. Hal ini ditandai dengan menurunnya konsumsi pemerintah yang cukup signifikan pada triwulan II-2017.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyebutkan, untuk triwulan kedua ini, konsumsi pemerintah justru kontraksi di angka minus 6.66 persen.

“APBD Kepri memang hanya menyumbang 5.23 persen dari total angka pertumbuhan ekonomi. Tapi yang mungkin kita lupa bahwa meski kecil, APBD Kepri ini stimulan. Dia yang menarik pertumbuhan ekonomi Kepri,” kata Kepala BPS Panusunan Siregar, saat rapat koordinasi antara Bank Indonesia dan Komisi II DPRD Kepri di Kantor Bank Indonesia, Jumat (8/9/2107).

Seharusnya, Pemprov Kepri dan jajaran OPD Kepri harus lincah membelanjakan anggaran itu untuk membangun infrastruktur. Dengan begitu, ekonomi Kepri kembali bergairah. Dengan bergairahnya pembangunan, diharapkan dapat mengangkat laju pertumbuhan ekonomi.

“Saya harus jujur mengatakan bahwa, secara fakta empiris analistik statistik, OPD (organisasi Perangkat Daerah) Pemprov Kepri belum memainkan perannya. Bagaimanapun juga, pengelolaan APBD dan APBN ada di tangan mereka,” katanya.

Panusunan menambahkan, akibat dari lambatnya OPD-OPD ini bergerak, ia memprediksi seluruh sasaran yang ditargetkan tahun 2017 sulit terealisasi.

“Dengan capain pertumbuhan ekonomi yang hanya 1,52 persen, maka target RPJMD untuk tahun 2017 yang ditetapkan Pemprov Kepri sebesar 5,85 persen tampaknya tidak mungkin lagi bisa dicapai,” katanya lagi.

Selain APBD, BPS dan Bank Indonesia menyebut tiga sektor andalan Kepri saat ini sedang mengalami kontraksi. “Industri pengolahan, Konstruksi dan pertambangan-penggalian turun sangat signifikan. Industri pengolahan dan pertambangan bahkan mengalami kontraksi (pertumbuhan minus), terburuk dalam tujuh tahun terakhir,” bebernya.

Kepala Kantor Bank Indonesia Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Singapura pekan lalu dapat dijadikan momentum kebangkitan ekonomi Kepri. Maka dari itu, Ia merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menjaga iklim bisnis tetap kondusif.

“Untuk jangka pendek, sisi keamanan, regulasi perizinan investasi dan komunikasi dan koordinasi antar instansi dan pelaku usaha harus terus dijaga,” kata Gusti.

Ia juga merekomendasikan agar pariwisata di kelola baik dengan melibatkan ekonomi kemasyarakatan. Harapannya, ekonomi kemasyarakatan dapat ikut berkembang dan menyumbang pertumbuhan ekonomi di Kepri.

“Misalnya di Lagoi. Saya mengusulkan agar setiap hotel di sana diwajibkan menggandeng masyarakat menjual suvenir. Jadi masyarakat juga ikut diberdayakan,” usulnya.

Untuk jangka panjang, Kantor Bank Indonesia Kepri merekomendasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kabupaten Natuna dan Anambas bisa difokuskan kepada perikanan. Sebab, hingga saat ini, sektor perikanan belum maksimal dikelola.

Industri pengolahan juga harus dikembangkan untuk jangka panjang dengan mewujudkan industri pendukung bagi bahan bakunya. Sehingga, harga produksi barang tidak mahal.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berterimakasih atas masukan yang diberikan pihak Bank Indonesia dan BPS. Ke depan, ia pun mendelegasikan tugas kepada Komisi II DPRD Kepri untuk menggagas pertemuan dengan OPD-OPD Kepri yang difasilitasi DPRD.

“Jadi masukan yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada OPD tinggal kita awasi. Karena kami gelisah juga melihat pelambatan ekonomi ini,” kata Jumaga.


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   tanjungpinang
BP BATAM
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo bersama Direktur Pengembangan Manajemen Kinerja Purnomo Andiantono dan Direktur Politehnik Negeri Batam ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Guna menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019, seluruh stakeholders melaksanakan Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2019, di Lapangan Pamedan Kota Tanjungpinang, ..