Lembaga Antikorupsi Arab Saudi Bekukan Aset 11 Anggota Kerajaaan
Senin, 06/11/2017 18:21:54
Pangeran Muhammad bin Salman (Foto: bbc.com)

KABARBATAM.COM, ARAB SAUDI- Upaya dan aksi yang dilakukan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, untuk menciptakan pemerintahannya yang bebas dari korupsi terus bergulir. 

Setelah menangkap dan menahan 11 anggota kerajaan, sejumlah menteri aktif dan mantan pejabat, serta beberapa pengusaha, kini lembaga anti korupsi Arab Saudi meminta membekukan seluruh aset tersangka.

Dilansir dari laman Al Arabiya, langkah itu diambil oleh lembaga antikorupsi Arab Saudi baru disahkan pada Sabtu pekan lalu. Mereka menjanjikan tidak bakal tebang pilih dalam mengusut skandal rasuah atau korupsi yang melibatkan banyak pihak itu.

Menurut pernyataan yang disampaikan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi, seluruh aset tersangka yang diduga terlibat korupsi, termasuk seluruh harta milik Pangeran Alwalid bin Talal, bakal disita oleh Kementerian Keuangan. Penjagaan di sejumlah bandara Saudi juga diperketat oleh tentara. Itu dilakukan supaya sejumlah jet pribadi milik orang-orang ditangkap tidak bisa dipakai buat melarikan diri.

Banyak juga pengusaha Arab Saudi yang merasa diuntungkan dengan langkah yang diambil Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, yakni dengan menyingkirkan lawan politik dan memangkas prosedur dianggap rumit dalam iklim usaha. 

Agenda ekonomi ia dengungkan seperti reformasi, privatisasi, serta proyek pembangunan diharapkan bisa dikebut. Pangeran Muhammad dikabarkan sedang mengusut kembali dugaan penyimpangan anggaran negara, dimulai dari bencana banjir di Jeddah pada 2009 dan merebaknya Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS).

Jaksa Agung Arab Saudi, Syekh Saud al-Mojab, menyatakan kedudukan seluruh orang ditangkap oleh lembaga antikorupsi setempat sama di hadapan hukum dengan penduduk biasa. Menurut dia, aparat hukum bakal tetap memegang azas praduga tak bersalah, hingga kasus itu diputuskan oleh pengadilan.

"Jabatan para tersangka tidak akan mempengaruhi proses hukum yang adil," kata Al-Mojab. 


Editor  : 
Tags
   
   internasional
BP BATAM
JAKARTA, KABARBATAM.com- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menghadiri acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar Mantan Warga Batam di Jakarta yang biasa disebut ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau memberikan bantaun dana sebesar Rp50 Juta kepada pengurus Masjid Dhiyaul Janah, Kelurahan Tembesi, Sagulung, Kota ..