Ini Data Mahasiswa Kepri Penerima Beasiswa di Berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia
Selasa, 19/12/2017 13:50:45
Mahasiswa Stisipol dan Aliansi Mahasiswa Peduli Beasiswa demo di depan Kantor Disdik Kepri, Senin (18/12/2017). (Foto: Sindonews.com).

TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Tanjungpinang dan Aliansi Mahasiswa Peduli Beasiswa berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, di Kota Tanjungpinang, Senin (18/12/2017). 

Mereka menuntut transparansi penyaluran beasiswa kepada mahasiswa Kepri yang kuliah di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung tertib itu, mulai memanas ketika para mahasiswa terlibat saling dorong dengan polisi dan berupaya menerobos pengamanan pihak kepolisian. 

Samsudin H, koordinator aksi mengatakan bahwa sesuai hasil kajian yang dilakukan, ada dugaan beberapa penerima beasiswa tidak sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri. Persyaratan itu, kata dia, misalnya terkait nilai IPK dan jangka waktu kuliah. 

"Kami menyoroti penyaluran beasiswa berprestasi. Disebutkan bahwa penerima beasiswa paling rendah adalah IPK 3,55. Namun ada beberapa mahasiswa yang IPK-nya di atas 3,55 justru dinyatakan tak berhak mendapatkan beasiswa. Kami menuntut nama-nama penerima beasiswa yang telah diumumkan agar dibatalkan," ujarnya. 

Menyikapi tuntutan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri Arifin Nasir menyatakan akan mempelajari pernyataan sikap yang disampaikan mahasiswa. Namun pihaknya menolak untuk membatalkan nama-nama penerima beasiswa yang telah diumumkan.  

"Kami menolak disebut melakukan pembohongan publik. Pengumuman nama-nama penerima dan penyaluran beasiswa sudah sesuai mekanisme dan dilakukan secara transparan. Tidak ada istilah titip-titipan dalam penetapan nama penerima beasiswa," tegasnya. 

Pihaknya bahkan siap dimintai keterangan oleh pihak berwajib jika ada data yang dipalsukan atau menyalahi ketentuan. "Kami siap diperiksa jika ada manipulasi data dan pelanggaran penetapan nama-nama penerima beasiswa," tegasnya.  

Bahkan untuk menetapkan nama-nama mahasiswa Kepri sebagai calon penerima beasiswa, ungkap Arifin, tim Disdik Kepri harus melakukan verifikasi dengan mendatangi kampus mahasiswa tersebut. 

"Hasilnya, tim kami menemukan ada 10 hingga 13 mahasiswa memanipulasi data. Mereka memalsukan nilai IPK dan jangka waktu kuliah. Disdik akhirnya mencoret nama mereka sebagai calon penerima beasiswa," ungkapnya. 

Arifin menguraikan, ada sebanyak 4.700 proposal permohonan beasiswa pendidikan yang masuk ke Disdik Provinsi. Seluruh proposal dipelajari satu per satu. Untuk memastikan keabsahan data yang dicantumkan mahasiswa, Disdik Kepri melakukan verifikasi.

Dari beberapa tahapan yang dilalui, sambung Arifin, akhirnya diputuskan sebanyak 975 mahasiswa Kepri mendapatkan bantuan beasiswa dari Pemprov Kepri. Jumlah tersebut tersebar di berbagai perguruan tinggi di enam provinsi di Indonesia. 

"Sekira 75 persen dari 975 penerima, adalah mahasiswa yang kuliah di Kepulauan Riau (Kepri)," ungkapnya. Total anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk penyaluran beasiswa ini sekira Rp5 miliar. 

"Dengan rincian, sekira Rp3,7 miliar adalah beasiswa kemitraan yang sudah berjalan 4 hingga 5 tahun, dan sekira Rp2 miliar untuk beasiswa berprestasi. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa berprestasi, kurang mampu, dan mahasiswa lanjut S2 dan S3," pungkasnya. (war)



Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   tanjungpinang
BP BATAM
JAKARTA, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam sebentar lagi memiliki Biro Ekonomi Kreatif. Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru BP Batam tersebut sudah dikaji dan didalami Kementerian ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Gubernur Kepulauan Riau (Kepri)  akan memanggil dinas terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri untuk membahas Upah Minimum Provinsi (UMP) ..