Kepri Digempur Narkoba, Ini Langkah yang Ditempuh Polri dan Bea Cukai
Senin, 26/02/2018 21:33:48
Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto berbincang dengan wartawan di Kantor Kanwil DJBC Kepri, di Tanjungbalai Karimun. (Foto: Kabarbatam.com)

KARIMUN, KABARBATAM.com- Upaya Polri bersama Bea Cukai mengungkap sindikat narkoba di Tanah Air terus dilakukan. Operasi penangkapan tidak hanya berhenti pada kapal Sunrise Glory, Win Long BH2998, dan satu kapal Taiwan lainnya yang ditangkap membawa sabu-sabu. 

Polri sudah melakukan mapping atau memetakan titik-titik rawan penyelundupan narkoba ke Indonesia, terutama di Pulau Sumatera. Seluruh jajaran Direktorat Narkoba Polda se-Sumatera bahkan sudah diperintahkan mengerahkan kekuatan untuk melakukan operasi di laut.

"Untuk menutup ruang gerak para mafia narkoba masuk ke Indonesia, Polri mengerahkan kekuatan menyisir perairan sepanjang Pulau Sumatera hingga ke Bangka Belitung," ungkap Direktur IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto saat ditemui di Kantor Kanwil Bea Cukai Kepri, di Tanjungbalai Karimun, baru-baru ini.  

Wilayah-wilayah di Pulau Sumatera yang disisir tersebut, antara lain; Aceh, Medan, Palembang, Padang, Riau, Batam, dan Bangka Belitung. Ketujuh wilayah ini menjadi attensi Polri dalam upaya memberantas peredaran narkoba internasional. 

Eko menegaskan, Polri sudah melakukan pemetaan wilayah rawan narkoba selama dua bulan terakhir. Pergerakan para mafia pun berhasil terbaca karena modus mereka adalah menggunakan kapal ikan untuk memasukkan narkoba ke Tanah Air. Terutama kapal-kapal ikan asing yang berlayar masuk ke perairan Kepri.

"Dari situ kami langsung bergerak. Kami dapat informasi akan ada kapal asing masuk ke Kepri membawa narkoba. Hasilnya, tertangkap kapal Taiwan membawa 1,622 ton dan menyusul satu kapal Taiwan lagi yang saat ini masih kami periksa," jelas Eko. 

Polri bersama Bea Cukai, TNI AL, dan BNN terus berkoordinasi dan bersinergi untuk mencegat pergerakan kapal-kapal asing berlayar masuk ke perairan Indonesia, terutama perairan Kepri. "Wilayah kita akhir-akhir ini digempur narkoba. Kita jangan lengah. Kalau lengah justru kesempatan bagi mereka masuk ke Indonesia," paparnya. 

Kepala Satgassus Bareskrim Polri ini mengatakan, kapal Taiwan bernama Win Long BH 2998 yang ditangkap, Jumat, 23 Februari 2018 akan berangkat ke Afrika. 

Kapal tersebut berangkat dari China lalu menuju Singapura. Empat hari berada di Singapura, tambah Eko, kapal tersebut berlayar menuju Samudera Hindia melintasi wilayah perairan Kepri hendak menuju Afrika. 

"Begitu masuk perairan Kepri, kami bersama Bea Cukai langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kapal di dekat perairan Pulau Nipah. Kapal diawaki 28 orang ABK, termasuk seorang nakhoda," pungkasnya. 



Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   tanjungbalai-karimun
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Kepala Badan Pengusahaan Batam Lukita Dinarsyah Tuwo bersama Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Bambang Purwanto melakukan kunjungan kerja ke salah satu perusahaan ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Komisi I DPRD Kepri menilai pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam masih belum maksimal. Penilaian ini didapati setelah Komisi I DPRD Kepri ..