Bangun Kawasan SEZ khusus Sains dan Teknologi, Delegasi Iran Belajar ke BP Batam
Kamis, 05/04/2018 19:43:49
Delegasi Grup Iran di bawah koordinasi Economic Development Innovations Singapore (EDIS) mengunjungi BP Batam dalam rangkaian kunjungan studinya, Kamis (5/4/2018), bertempat di Marketing Center. (Foto: Humas BP Batam)

BATAM, KABARBATAM.com- Delegasi Grup Iran di bawah koordinasi Economic Development Innovations Singapore (EDIS) mengunjungi BP Batam dalam rangkaian kunjungan studinya, Kamis (5/4/2018), bertempat di Marketing Center. Kunjungan studi ini dipusatkan di tiga wilayah penting bagi penyelesaian studi mereka, yakni; China, Singapura, dan Batam. Khusus untuk kunjungan studi di Batam, delegasi ini berfokus melakukan kunjungan ke Batamindo Industrial Park dan BP Batam.

Rombongan yang hadir berjumlah sembilan orang, di antaranya dari Kementerian Informasi dan Teknologi Komunikasi Iran (Ministry of ICT), Isfahan Science & Technology Town (ISTT), dan Economic Development Innovations (EDI) Singapura. Mehdi Keshmiri, selaku Presiden ISST, mengatakan bahwa kunjungan ke Batam merupakan bagian penting untuk menyelesaikan proyek besar Kota Isfahan guna membangun kawasan SEZ khusus Sains dan Teknologi Modern.

Isfahan Science & Technology Town (ISTT), sebagai organisasi perintis yang khusus mengembangkan kawasan Isfahan dengan kombinasi dari banyak Taman Iptek dan Teknologi, terletak di sebelah Universitas Teknologi Isfahan (IUT) di Utara Isfahan, Iran. 
 
ISTT sedang menyiapkan daerah mereka menjadi Special Economic Zone atau SEZ. Isfahan sendiri merupakan daerah di Provinsi Isfahan, Iran yang potensial memiliki 35 Taman IPTEK (Sains Park) berdampingan dengan kota besar yang telah lebih dulu dikenal publik dengan kemajuannya yakni Teheran, ibu kota Negara Iran.
 
Histori dan hubungan timbal balik antara Singapura dan Batam inilah yang membawa delegasi ini hadir untuk belajar di BP Batam terkait pengembangan kawasan Batam selama ini. “Kami berharap bisa banyak belajar dari pengembangan Batam selama ini yang secara strategis berada di jalur yang menguntungkan, dengan lahan yang lebih luas namun harga lebih murah," ungkap Mehdi.

"Kami juga belajar bagaimana Batam menarik investasi yang ternyata justru tertinggi banyak datang dari Singapura (join venture),” tambah Mehdi. Selain itu rombongan ini juga ingin mengetahui bagaimana BP Batam melakukan pengembangan dan pendekatan dalam hal kebijakan untuk menarik investor asing, seperti program i23J. 
 
Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam, Yusmar Anggadinata, mengatakan, BP Batam sangat terbuka dan menyambut baik kunjungan studi ini. Dirinya juga berharap BP Batam dapat belajar dari kelebihan informasi dan teknologi komunikasi Iran yang canggih untuk bisa mereformasi perizinan secara online dengan lebih baik.

Kepala Biro Pengembangan Manajemen Kinerja BP Batam, Purnomo Andiantono menambahkan, keistimewaan wilayah Batam yang berdekatan dengan Singapura mirip dengan Isfahan yang memanfaatkan kedekatannya dengan Teheran untuk bisa menarik investasi. “Mereka melihat Batam mirip dengan wilayah yang ingin mereka kembangan untuk Sains dan Teknologi yakni Isfahan, mereka belajar dari sisi bagaimana perizinan di Batam yang mudah dimana investor tidak perlu mengurus perizinan ke pusat (Jakarta), tapi cukup di BP Batam melalui program i23J," jelas Andi. (war)


Editor  : Anwar
Tags
   
   bp-batam
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada perusahaan PMA yang telah berkonstribusi dalam membangun dan memajukan perekonomian ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..