Wanita yang Melahirkan di Toilet, Bunuh dan Buang Bayinya di Tong Sampah, Divonis 7 Tahun Penjara
Senin, 16/04/2018 20:57:04
ilustrasi

BATAM, KABARBATAM.com - Indarti, wanita muda yang melahirkan di toilet wanita Klinik BIP Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) November 2017 lalu, akhirnya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Senin (16/4/2018) siang tadi.

Hakim Mangapul Manalu didampingi oleh Hakim Martha Napitupulu dan Taufik Nainggolan menyatakan Indarti bersalah setelah membunuh dan membuang bayi yang dilahirkannya sebagaimana diatur dalam pasal 80 Ayat (3), (4) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Terdakwa terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara selama 7 tahun dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani," kata Hakim Mangapul Manalu didampingi oleh Hakim Martha Napitupulu dan Taufik Nainggolan.

Putusan tersebut langsung diterima oleh terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, karena hukuman yang dijatuhkan hamik lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nani Herawati, yang menuntut terdakwa dengan hukuman sembilan tahun penjara pada persidangan sebelumnya.

"Saya menerima putusan itu," kata Indarti usai ditanyai Hakim.

Sebelumnya, Indarti yang sempat diperiksa di persidangan mengaku malu memiliki anak dari hasil hubungan gelap. Dirinya mengaku stres karena sang pacar, Regi pergi meninggalkannya usai tahu dirinya hamil.

Dirinya mengaku tidak sengaja melakukan ini, sebab saat berada di dalam toilet rumah sakit, Indarti merasakan sakit perut yang luar biasa dan seperti ingin mengedan. Karena tidak tahan, Indarti mencoba mengedan hingga berhasil melahirkan bayi laki-laki dalam usia kandungan tujuh bulan. 

Setelah bayinya lahir, Indarti kembali mengedan untuk mengeluarkan ari-ari. Dan setelah bayi serta ari-arinya keluar, Ia letakkan bayi tersebut di lantai sebelah closet. Waktu lahir, bayinya tidak bergerak dan nangis.

Indarti mengaku sempat menunggu, tapi karena tidak bergerak dan nangis, akhirnya bayi tersebut dimasukkan dirinya ke dalam tong sampah. Lalu tong sampah tersebut kembali diletakkan ke luar secara diam-diam.

Berdasarkan hasil visum terhadap jasad bayi, dokter menemukan luka lecet dan memar pada leher, resapan darah pada jaringan ikat bawah kulit daerah leher, otot leher, kulit bagian dalam, selaput pembungkus tulang tengkorak, otot dada, dan dinding jantung bagian depan akibat kekerasan tumpul, sehingga mengakibatkan kematian. (mau)


Editor  : Satriyo
Tags
   
   batam
   
   hukum
BP BATAM
JAKARTA, KABARBATAM.com- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menghadiri acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar Mantan Warga Batam di Jakarta yang biasa disebut ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau memberikan bantaun dana sebesar Rp50 Juta kepada pengurus Masjid Dhiyaul Janah, Kelurahan Tembesi, Sagulung, Kota ..