Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Prajurit Netral dalam Pilkada dan Pemilu 2019
Sabtu, 21/04/2018 17:31:28
Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: RMOL)

PEKANBARU, KABARBATAM.com- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta seluruh prajurit TNI dan Polri menjaga netralitas dalam Pilkada Serentak 2018 maupun Pemilu 2019. 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, kedatangannya bersama Kapolri di Provinsi Riau merupakan bagian dari roadshow Panglima dan Kapolri ke sejumlah wilayah di Indonesia yang menyelenggarakan Pilkada 2018. 

"Hari ini kami berkunjung ke Pekanbaru, Provinsi Riau. Tujuan kami ke sini untuk bertatap muka langsung dengan seluruh prajurit TNI dan Polri," ungkap Hadi kepada wartawan usai memberikan pengarahan di depan ribuan prajurit TNI-Polri di halaman Kantor Gubernur Riau, Jumat, 20 April 2018. 

Hadi mengungkapkan, kehadirannya bersama Kapolri di Riau untuk menekankan kembali kepada seluruh prajurit pentingnya menjaga netralitas TNI-Polri dalam Pilkada dan Pemilu maupun Pilpres 2019 mendatang. 

"Ada lima penekanan yang kami sampaikan tadi. Intinya bahwa, seluruh prajurit TNI-Polri harus menjunjung netralitasnya. Tidak terlibat dalam politik praktis baik di pilkada maupun Pemilu 2018. Sinergi dan soliditas harus terus dijaga untuk NKRI," ujarnya.  

Di tempat sama, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menekankan agar seluruh prajurit TNI-Polri menjaga netralitas dalam pelaksanaan pilkada, termasuk Pilkada di Provinsi Riau. Ia juga meminta agar seluruh prajurit tidak terlibat dalam kegiatan politik, mengingat tahun-tahun ini telah memasuki tahun politik. 

"Bagi kami, politik negara untuk menjaga keutuhan NKRI jauh lebih penting dibandingkan politik praktis. Pilkada di daerah biarlah menjadi kepentingan masyarakat untuk memilih calon pemimpinnya. Kita tidak perlu terlibat dalam urusan tersebut. Tugas dan peran kita menciptakan situasi aman selama pelaksanaan pilkada dan Pemilu 2019," ujarnya. 

"Bisa dibayangkan bila TNI dan Polri diberi hak untuk ikut memilih. Mau jadi apa negara kita? Justru negara harus menjaga TNI-Polri agar tetap solid dan tidak terpecah belah demi menjaga keutuhan NKRI," tegas Tito.   

Tito yakin Pilkada di Provinsi Riau dapat berjalan lancar, terlebih TNI dan Polri juga kompak menjaga soliditas dan netralitasnya. 

"Kami melihat tugas prajurit TNI-Polri di Provinsi Riau tidak terlalu berat. Demikian juga, tidak ada ancaman yang teralu serius. Hanya ada beberapa yang perlu menjadi perhatian mengingat wilayah ini rawan kejahatan narkoba, penyelundupan, konflik lahan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tegas Tito.

"Sinergitas TNI-Polri tentunya sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan maupun tindak kejahatan yang terjadi di wilayah ini. Baik terhadap kejahatan narkoba maupun karhutla. TNI dan Polri harus bersinergi mencegah terjadinya karhutla, termasuk berperan mengatasi dan melakukan penegakan hukum," pungkasnya. 

Seusai memberikan pengarahan kepada ribuan prajurit TNI-Polri, Panglima TNI bersama Kapolri dan ulama di Pekanbaru melaksanakan salat Jumat berjamaah di halaman Kantor Gubernur Kepri. Tampak hadir para perwira TNI dan Polri, Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, dan para perwira lainnya. 

Sekadar diketahui, Provinsi Riau akan menggelar Pilkada Serentak 2018. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018 di wilayah ini diikuti empat pasangan calon. Mereka adalah; Syamsuar dan Edi Nasution, Lukman Edy dan Hardianto, Firdaus dan Rusli Efendi, serta Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno. 



Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   riau
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Dalam menjalin konektivitas bersama masyarakat membangun kebersamaan dan membangun kreativitas para kawula muda, BP Batam akan membuka acara BP Batam Pesta Komunitas Ajang ..
KEPRI
ANAMBAS, KABARBATAM.com- Upaya pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kapal Puskel Pemkab Anambas yang tenggelam, Kamis (11/10/2018) malam di perairan Dusun Etang, Anambas, Provinsi ..