Pemerintah Bangun Pelabuhan Peti Kemas Bintan Berkapasitas 80 Ribu TEUs
Sabtu, 28/04/2018 14:51:14
Aktifitas bongkar muat di pelabuhan peti kemas. (Foto: net)

KABARBATAM.com- Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong percepatan pembangunan beberapa pelabuhan peti kemas di Tanah Air, salah satunya pelabuhan peti kemas Tanjungpinang di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. 

Kementerian BUMN telah menugaskan empat BUMN untuk menggesa pembangunan infrastruktur pelabuhan peti kemas di sejumlah wilayah, termasuk Sri Bayintan, Kijang. 

Keempat BUMN tersebut yakni; PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I (Persero), PT Pelindo II, PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV. Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN, Ahmad Bambang, menuturkan pembangunan pelabuhan tersebut gencar dilakukan demi terciptanya konektivitas antar wilayah di Tanah Air dan mewujudkan program tol laut yang dicanangkan pemerintah.

"Kementerian BUMN terus berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo," kata Ahmad dalam siaran pers Kementerian BUMN, Sabtu (28/4/2018).

Detail proyek yang dikerjakan empat BUMN tersebut, antara lain; Pelindo I membangun Terminal Petikemas Tanjungpinang (Sri Bayintan Kijang) yang akan memiliki kapasitas 80 ribu TEUs; Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung yang akan memiliki kapasitas 700 ribu TEUs.

Pelindo I juga akan meneruskan Terminal Petikemas Belawan fase II yang akan memiliki kapasitas 3 juta TEUs dan Terminal Petikemas Sibolga yang akan memiliki 50 ribu TEUs. Semua proyek tersebut dijadwalkan akan rampung pada 2018.

Ahmad menambahkan PT Pelindo II membangun Terminal Kijang Pontianak yang akan memiliki kapasitas 1,5 juta TEUs yang dijadwalkan selesai pada 2019. Adapula Pelabuhan Sorong di Papua yang saat ini masih dalam proses uji kelayakan.

Kemudian, PT Pelindo III menggarap proyek Terminal Petikemas Teluk Lamong akan memiliki kapasitas 1,5 juta TEUs, Pembangunan Pelabuhan Benoa untuk Kapal Pesiar (5000 pax).

PT Pelindo III akan membangun Pelabuhan dan Terminal Petikemas Gilimas, Lombok yang akan memiliki kapasitas 1juta TEUs + 5000 pax Cruise. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada Mei 2019.

Sejauh ini, Pelindo III juga telah menyelesaikan pembangunan Terminal Petikemas yang sudah operasi pada 2017 dengan kapasitas 500 – 750 ribu TEUs. Pelabuhan tersebut, yakni Maumere, Waingapu, Kalabahi dan Kupang.

Selanjutnya, Ahmad memaparkan Pelindo IV akan menggarap proyek Makassar New Port dan Pelabuhan Bitung. Proyek pengembangan Makassar New Port sendiri ditargetkan akan rampung pada 2019.

Pembangunan beberapa pelabuhan ini, kata Ahmad, selain bisa menjadi alat pemersatu, juga terciptanya konektivitas yang akan memberi dampak yang sangat positif bagi perekonomian. Pasalnya, biaya logistik bisa turun dan berdampak pada penurunan harga-harga komoditas. 

Alasan PT Pelindo I melakukan modernisasi terminal peti kemas  Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kabupaten Bintan, karena aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan tersebut terus mengalami kenaikan rata-rata 20 persen per tahun.

Di 2016 lalu, aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sri Bayintan mengalami kenaikan sekitar 40 persen. Kenaikan persentase tersebut disebabkan banyak kapal besar yang masuk ke Pelabuhan Sri Bayintan, di antaranya kapal dari Singapura, Jakarta, serta tol laut trayek T-6.


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   bintan
   
   bintan
   
   tanjungpinang
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Kepala Badan Pengusahaan Batam Lukita Dinarsyah Tuwo bersama Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Bambang Purwanto melakukan kunjungan kerja ke salah satu perusahaan ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Komisi I DPRD Kepri menilai pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam masih belum maksimal. Penilaian ini didapati setelah Komisi I DPRD Kepri ..