DAHSYAT..Polsek Ini Ungkap Peredaran Gelap 55 Kg Sabu asal Malaysia
Rabu, 02/05/2018 16:38:26
Barang bukti sabu-sabu yang berhasil disita pihak kepolisian Polda Riau, belum lama ini. (Foto: jpnn)

KABARBATAM.com- Peredaran narkoba di wilayah Provinsi Riau masih tinggi. Buktinya, polisi berhasil mengungkap peredaran gelap sabu dan ekstasi di wilayah itu. Tak tanggung-tanggung, berat sabu yang disita mencapai 55 kilogram (kg) dan 46,718 butir pil ekstasi. 

Kedua jenis narkotika itu disita dari tangan tiga tersangka, yakni AN (27), DP (25), dan JU (25). Mereka adalah kurir narkoba jaringan internasional. Menariknya, peredaran gelap narkoba itu berhasil diungkap Polsek Bengkalis Kota, Provinsi Riau. 

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengungkapkan, tangkapan ini merupakan pengungkapan terbesar sepanjang sejarah Polda Riau. Nandang memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Bengkalis Kota mengungkap kasus tersebut dibantu Tim Polres Bengkalis. 

"Ini pengungkapan terbesar Polda Riau dan terbesar untuk tingkat Polsek di Tanah Air. Peredaran gelap narkotika ini awalnya diungkap Polsek Bengkalis Kota setelah menerima informasi dari masyarakat, dibantu Tim Polres Bengkalis, Provinsi Riau," ujar Nandang di Mapolda Riau, Rabu, 2 Mei 2018. 

Tiga pelaku yang berhasil ditangkap merupakan warga Kabupaten Bengkalis. "Ketiganya adalah kurir narkoba. Mereka berperan menjemput barang haram tersebut dari tangan kurir narkoba internasional asal Malaysia," ujar Nandang. 

Narkotika itu selanjutnya akan diteruskan kepada pemesan. Belum sampai di tangan pemesan, ketiga kurir diringkus polisi. "Pemilik atau pemesan sabu dan pil ekstasi tersebut sampai saat ini DPO.  Mereka adalah RO, FI, dan JF," terangnya. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono menambahkan, para pelaku rencananya akan mengantar narkoba tersebut ke Pekanbaru dan Palembang. Pelaku berinisial AN, kata Haryono, sudah dua kali mengantar narkoba ke Palembang. 

"Ini yang ketiga kalinya dia (AN) akan mengantar narkoba ke Palembang namun yang ketiga kalinya ini berhasil kami tangkap. Untuk ke Pekanbaru, ini yang kedua kalinya dan berhasil kita gagalkan," ungkap Haryono. 

Dari kasus peredaran gelap narkoba ini, tegas dia, ketiga pelaku masing-masing menerima upah Rp10 juta. Jika dirupiahkan, 55 kg sabu yang disita polisi tersebut senilai Rp55 miliar, dan 46.718 butir ekstasi sekitar Rp14 miliar. "Dengan jumlah tersebut, kita berhasil mencegah pengguna sabu sebanyak 275 ribu orang," jelasnnya. 

Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Ahmadi menuturkan, pengungkapan kasus narkotika itu berawal saat anggota Polsek Bengkalis  mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Pelabuhan Roro Bengkalis ada warga diduga akan membawa sabu tujuan  Pekanbaru.

Kapolsek Kota Bengkalis AKP Maitertika beserta anggota menuju pelabuhan roro. "Di lokasi, tim menangkap tersangka DP dan JU di atas mobil travel. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 25 bungkus (teh China) berisi sabu di dalam tas koper dan tas ransel," ungkap Yusuf. 

Sedangkan empat paket lainnya berisi 20.800 butir pil ekstasi di simpan di dalam kotak belender. Setelah penangkapan itu, polisi langsung melakukan pengembangan. Tak lama berselang, polisi meringkus tersangka AS di Jalan Imam Bulqim, Bengkalis. 

"Tersangka AS mengaku barang bukti lain ada di rumah pelaku RO (DPO). Dia lalu menunjukkan rumah RO di Desa Jangkang, Kabupaten Bengkalis. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti 30 bungkus (teh China) berisi sabu seberat 30 kg dan lima paket lain berisi 25.918 butir ekstasi," jelasnya.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman, hukuman mati atau penjara paling singkat lima tahun, paling lama 20 tahun.


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   riau
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Merespon keinginan dunia usaha agar proses perizinan cepat, mudah, dan langsung terintegrasi secara online, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Sosialisasi Kemudahan ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau memberikan bantaun dana sebesar Rp50 Juta kepada pengurus Masjid Dhiyaul Janah, Kelurahan Tembesi, Sagulung, Kota ..