Tertarik FTZ, Investor Asing Berbondong-Bondong Masuk Batam
Kamis, 10/05/2018 12:20:35
Direktur PT King Shining Industri menerima dokumen i23J yang diberikan Deputi 2 BP Batam Yusmar Anggadinata di MPP Batam. Penyerahan dokumen i23J tersebut turut disaksikan Ketua Umum Kadin Kepri Akhmad Maruf Malulana.

BATAM, KABARBATAM.com- Tahun ini sepertinya menjadi tahun investasi bagi Pulau Batam. Setelah sebelumnya lima investor menanamkan modalnya di Batam, baru-baru ini dua investor asing menandatangani kerja sama dengan BP Batam untuk berinvestasi di Batam. 

Terbaru, PT King Shining Industri merealisasikan komitmennya berinvestasi di Batam. Perusahaan ini telah mendapatkan dokumen Izin Investasi 3 Jam (i23J) di Mall Pelayanan Publik (MPP). PT King Shining Industri menanamkan investasi sebesar Rp50 miliar untuk membangun industri sol sepatu di Batam. 

Lima investor asing yang sudah lebih dulu masuk ke wilayah ini telah menggunakan fasilitas i23J. Kelimanya masuk ke Batam pada bulan Januari-Maret 2018. Masing-masing perusahaan menanamkan modal awal Rp50 hingga Rp60 miliar lebih. Total nilai investasi dari kelima investor asal Tiongkok tersebut mencapai Rp250 miliar lebih.
  
Dengan rincian, tiga investor membangun industri daur ulang plastik dan dua investor lainnya bergerak di bidang industri plastik sintetis.  Salah satunya adalah PT Royal Newport Plastic. Untuk tahap awal, perusahaan asal Tiongkok tersebut berinvestasi USD5 juta juta atau setara Rp66 miliar.

“Kami seperti mendapat hadiah Imlek dengan masuknya investasi ini,” ujar Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo di ruang VVIP Mall Pelayanan Publik (MPP) Batam, belum lama ini. PT Royal Newport Plastic berencana menanamkan modalnya secara bertahap selama beberapa periode. Total investasi yang akan ditanamkan mencapai USD30 juta. 

Setelah lima investor asing masuk ke Batam, BP Batam bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri gencar melakukan kunjungan promosi investasi, salah satunya ke Shanghai, China. Hasilnya, dalam dua hari promosi investasi di negara itu, BP Batam dan Kadin Kepri menjaring dua investor melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI). 

Dua perusahaan tersebut adalah Discovering Resources dan Xiamen King Shining Trading. Letter of Intent (LOI) ditandatangani oleh Fang Fuquan dari Xiamen King Shining Trading dan Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam, Yusmar Anggadinata. Penandatanganan itu disaksikan Ketua Umum Kadin Kepri sekaligus Presiden Direktur Wiraraja Group, Akhmad Maruf Maulana.

Yusmar mengatakan bahwa kerja sama dengan elemen-elemen penting di Batam terhadap investasi sangat diperlukan oleh Batam untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Yusmar beserta rombongan berkunjung ke China sekaligus menjadi pembicara pada iven China Replast 2018. 

Dalam kegiatan tersebut, BP Batam memberikan pemaparan dengan topik; Kesempatan Berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Investasi asing yang masuk ke Batam diprediksi akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.

Ketua Umum Kadin Kepri, Akhmad Maruf Maulana, mengatakan, beberapa investor lainnya segera menyusul datang ke Batam. Di antaranya, investor asal Amerika yang akan memproduksi konstruksi chip IC. 

"Investor ini akan menempati lahan seluas 10 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun. Dalam waktu dekat akan datang ke Batam dan menggunakan fasilitas i23J," ujarnya. Setelah itu, investor dari Korea dan Jepang juga akan berkunjung ke Batam. Investor dari kedua negara tersebut telah menyatakan ketertarikanya berinvestasi di Pulau Batam.

Maruf menambahkan, masuknya para investor ke Batam merupakan salah satu upaya yang dilakukan BP Batam bersama Kadin Kepri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. BP Batam telah menargetkan pertumbuhan ekonomi naik hingga 7% dalam dua tahun mendatang.

Dalam beberapa kunjungan promosi investasi yang dilakukan BP Batam bersama Kadin Kepri, sambung Maruf, pihaknya juga menyampaikan keistimewaan dan keunggulan yang dimiliki Batam kepada para investor asing.

"Kami menyampaikan keistimewaan dan keunggulan yang dimiliki Batam kepada para investor. Banyak di antara mereka yang tertarik berinvestasi di Batam," jelasnya. Ketertarikan para investor tersebut, tambah Maruf, tak lepas dari status perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) yang disandang Batam.

Seluruh investor yang masuk di awal tahun 2018 hingga Mei ini, tambah Maruf, 100 persen berorientasi ekspor. "Apa yang Kadin Kepri lakukan ini adalah menyangkut kepastian hukum berinvestasi di Batam," ujarnya. 

Maruf juga optimis pertumbuhan ekonomi Batam mampu mencapai 7% sesuai yang dicanangkan BP Batam jika investasi di Pulau Batam bisa digenjot dengan cepat. "Dengan banyaknya investasi yang masuk ke wilayah ini, kami optimis pertumbuhan ekonomi Batam meningkat dan mampu mencapai target yang diinginkan," pungkasnya. (aan)


Editor  : Anwar
Tags
   
   bp-batam
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Xiaomi menyelenggarakan kegiatan Supplier Investment Summit 2018 untuk  menyerap investasi dengan potensi USD315 juta. Investasi ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Pimpinan Lembaga Gereja Aras Nasional Provinsi Kepri menyampaikan dukacita yang mendalam kepada seluruh korban teror yang terjadi di Jakarta, Surabaya, dan ..