Kapolri: Motif Pengeboman di Surabaya Ada Unsur Balas Dendam
Senin, 14/05/2018 15:20:44
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Jawapos.com)

JAKARTA, KABARBATAM.com- Rentetan aksi bom bunuh yang terjadi di Surabaya yang dilakukan satu keluarga tak lain merupakan aksi balas dendam terkait belum dibebaskannya dua orang pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yakni Aman Abdurrahman dan Zainal Anshori.

Demikian diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam keterangannya di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (14/5/2018).

Sekadar diketahui, Aman Abdurrahman terlibat kasus perencanaan pendanaan kasus Bom Thamrin pada 2016 setelah sebelumnya juga terkena kasus pendanaan bagi militer bersenjata di Aceh. Sedangkan Zainah Anshori divonis bersalah terkait pendanaan dan memasukkan senjata api dari Filipina ke Indonesia.

"Proses hukum yang bersangkutan (Aman dan Zainal) membuat kelompok jaringan JAD Jatim, termasuk Surabaya ini mereka memanas dan ingin melakukan pembalasan," kata Tito Karnavian, Senin (14/5/2018).

Bahkan menurut Kapolri, serangan para napi teroris di Mako Brimob, Depok beberapa waktu lalu bukan sekadar dipicu karena salah paham, tapi ada kaitannya dengan proses hukum para pimpinan JAD itu.

Jika ditarik ke yang lebih luas, kata Kapolri, serangkaian serangan juga ada kaitannya dengan posisi ISIS yang terdesak dan memerintahkan agar sel-sel teroris di seluruh dunia untuk bergerak. 
"Selain serangan kemarin di Surabaya juga ada serangan di Paris, hari Minggu kemarin, satu pelaku pakai pisau, satu tewas empat luka, pelaku tembak mati polisi di Paris," kata dia.

Serangkaian aksi teroris terjadi di Jawa Timur. Serangan berawal dari ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, selanjutnya di Rusunawa Sidoarjo, terbaru adalah ledakan di Mapolrestabes Surabaya.

Pendukung Utama ISIS

Kapolri juga bahwa mengungkap teror bom di tiga gereja di Surabaya dilakukan oleh satu keluarga. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan empat orang anak ini tak lepas dari jaringan JAD-JAT.

"Pertanyaan ini kelompok mana? Tidak lepas dari kelompok JAD JAT yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia," kata Kapolri dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5/2018).

"Di Indonesia JAD dipimpin Aman Abdurahman yang ditahan di Mako Brimob, Kemudian kelompok pelaku satu keluarga terkait sel JAD yang ada di Surabaya. Dia ada lah ketuanya Dita ini," ungkap Kapolri kemudian.

Kapolri mengungkap rentetan aksi teror yang dilakukan keluarga bomber di Surabaya ini. Ayah berinisial D menyopiri mobil Toyota Avanza berisi bom. Mobil ini ditumpangi istrinya berinisial K dan dua anaknya.D kemudian menurunkan (mendrop) istrinya berinisial K dan dua anak perempuannya FS (12) dan VR di gereja di GKI jalan Diponegoro, dan kemudian D membawa mobil diduga berisi bom menuju Gereja Pantekosta.Setelah semua keluarga di drop, D kemudian meledakan mobil tersebut di Gereja Pantekosta.

Sementara itu, dua anak laki-laki pasangan D dan K, berinisial Y dan Ir, berangkat sendiri menggunakan motor ke gereja Santa Maria. Keduanya meledakkan diri di gereja Santa Maria. "Semua adalah serangan bom bunuh diri," kata Tito.



Sumber  : dtc/kcm/okz
Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   nasional-
BP BATAM
JAKARTA, KABARBATAM.com- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menghadiri acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar Mantan Warga Batam di Jakarta yang biasa disebut ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau memberikan bantaun dana sebesar Rp50 Juta kepada pengurus Masjid Dhiyaul Janah, Kelurahan Tembesi, Sagulung, Kota ..