BP Batam dan Xiaomi Dorong Penyerapan Investasi USD315 Juta di Pulau Batam
Senin, 07/05/2018 16:48:01
Supplier Investment Summit yang digelar di Batam berlangsung selama dua hari Senin (7/5/2018) hingga Selasa (8/5/2018).

BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Xiaomi menyelenggarakan kegiatan Supplier Investment Summit 2018 untuk  menyerap investasi dengan potensi USD315 juta. Investasi tersebut menyasar bidang komponen ponsel pintar di Indonesia.

Kegiatan Supplier Investment Summit yang digelar di Batam, Provinsi Kepri, berlangsung selama dua hari Senin (7/5/2018) hingga Selasa (8/5/2018). Kegiatan ini mempertemukan para penyuplai komponen ponsel yang pertama kali digelar guna memperkenalkan peluang investasi di Pulau Batam.

"Melalui kegiatan ini, kami mengajak para pemasok komponen global untuk mengetahui secara rinci potensi investasi di Indonesia khususnya di Pulau Batam," ujar Steven Shi, pimpinan teknologi global Xiaomi untuk Indonesia, di Batam, Senin (7/5/2018).

Pihaknya mengaku senang bisa bekerja sama dengan BP Batam dalam menjamu para penyuplai komponen ponsel global dalam kegiatan Supplier Investment Summit yang pertama digelar di Batam.

Potensi investasi di bidang industri ini, menurut Steven diharapkan mampu menciptakan 10 ribu lapangan pekerjaaan di Kota Batam. Melalui kegiatan ini juga, para supplier dapat melihat langsung potensi pasar di Indonesia, khususnya di Pulau Batam.

Steve menuturkan, pada 2017 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai investasi sebesar lebih dari USD1,5 miliar yang berasal dari 73 proyek investasi di Pulau Batam. Bila seluruh pemasok komponen ponsel pintar secara global turut berinvestasi di Batam, nilai investasi yang dihasilkan dapat mencapai USD315 juta. 

"Dengan angka investasi tersebut, jumlah lapangan kerja yang mampu terserap sebanyak 10.000 orang," tuturnya. 

Saat ini, Xiaomi telah membuka perakitan di Batam bekerja sama dengan PT Sat Nusapersada dengan kapasitas produksi 1 juta unit per bulan sejak awal 2017. Pabrik ini didirikan untuk mengikuti regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ponsel pintar melalui Peraturan Menteri Perindustrian No.65/2016.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menyambut baik kehadiran para para penyuplai atau pemasok komponen ponsel pintar di Batam dalam gelaran forum bisnis ini. 

Lukita mengatakan, gelaran Supplier Investment Summit 2018, merupakan Iangkah penting dalam menyambut gelombang baru investasi asing, terutama dari sektor industri smartphone atau ponsel pintar Iokal di Indonesia.

"Jumlah investasi dan lapangan pekerjaan harus dipertimbangkan bagaimana kegiatan ini dapat mempercepat laju transformasi Indonesia," ujarnya. Ia berharap, Indonesia nantinya akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian digital terbesar di dunia. Dan saat ini Batam sudah memulainya dengan hadirnya industri ponsel pintar di wilayah ini. 

Lukita mengatakan, dengan ketersediaan infrastruktur, Ietak geografis, dan dukungan pemerintah dalam kemudahan perizinan investasi, menjadikan Batam sangat siap sebagai tujuan investasi yang kompetitif, baik di Asia maupun dunia.

"Salah satu dukungan BP Batam untuk memudahkan proses investasi asing ini, yakni melalui program izin investasi 3 jam (i23J)," ujarnya.


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   bp-batam
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Acara pembukaan Kejuaraan Nasional Bandung Karate Club (BKC) 2018 bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dibuka dengan resmi oleh Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Usulan pengajuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan Tahun 2019 telah ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Bintan Apri Sujadi. Usulan UMK tersebut sebesar ..