22.177 Miras Ilegal Digilas di Hadapan Pejabat dan Ribuan Warga
Selasa, 15/05/2018 20:45:59
Sebanyak 22.177 minuman beralkohol (Mikol) dari berbagai merek yang rata-rata produksi impor dimusnahkan di lapangan pelabuhan rakyat Tanjung Sengkuang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (15/5/2018).

BATAM, KABARBATAM.com - Sebanyak 22.177 minuman beralkohol (Mikol) dari berbagai merek yang rata-rata produksi impor dimusnahkan di lapangan pelabuhan rakyat Tanjung Sengkuang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (15/5/2018) siang tadi.

Tidak saja ribuan mikol impor yang dimunahkan, ikut pula 15.193 jenis pangan tanpa izin dan 1.721 karung serta 1.123 pcs barang tanpa manifest.

Kepela Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Rock Adi Wibowo mengatanan pemusnahan ini merupakan hasil dari penegahan yang dilakukan Mabes Polri, Polda Kepri dan KPU BC Tipe B Batam yang sudah berkekuatan hukum tetap.

"Pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk keseriusan aparat penegak hukum di Kepri dalam meninalisir maraknya peredaran mikol impor di sejumlah daerah di Kepri, khususnya di kota Batam," kata Adi.

Tidak saja disaksikan sejumlah instansi terkait, pemusnahan yang dilakukan dengan menggilas ribuan mikol menggunakan alat berat ini juga disaksikan oleh masyarakat sekitar.

"Semua barang bukti ini sudah siap disidangkan, makanya kami lakukan pemusnahan. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan dari barang bukti ini semua," ungkap Adi.

Untuk 22.177 mikol yang dimusnahkan ini terdiri dari dua kasus, diantaranya 18.602 dari terpidana Budi Hartono dan 3.575 botol dari terpidana suminah.

"Sementara 15.193 jenis pangan tanpa izin dan 1.721 karung serta 1.123 pcs barang tanpa manifest masing-masing dari terpidana Suyadi Yeo Sihau dan Herman alias Bujang," ujarnya.

Ketua MUI Batam, Usman Ahmad yang juga hadir dalam pemusnahan mengaku sangat mendukung sekali apa yang dilakukan aparat penegak hukum, terlebih minuman beralkohol ini.

"Sudah seharusnya mikol ini dimusnahkan karena keberadaan mikol lebih banyak modaratnya dari pada manfaatnya," kata Usman.

Usman berharap kedepan, tidak saja mikol impor, mikol produksi lokal juga perlu dilakukan penertiban, mengingat lokasi jual belinya sudah tidak terkontril lagi.

"Bahkan di kios-kios kaki lima cukup mudah untuk mendapatkan mikol-mikol tersebut," jelas Usman. (mau)



Editor  : Satriyo
Tags
   
   batam
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Xiaomi menyelenggarakan kegiatan Supplier Investment Summit 2018 untuk  menyerap investasi dengan potensi USD315 juta. Investasi ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Pimpinan Lembaga Gereja Aras Nasional Provinsi Kepri menyampaikan dukacita yang mendalam kepada seluruh korban teror yang terjadi di Jakarta, Surabaya, dan ..