Dua Kardus e-KTP Tercecer di Bogor, Keteledoran atau Sabotase?
Minggu, 27/05/2018 22:58:18
Warga menyaksikan e-KTP yang tercecer di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Detik.com)

BOGOR, KABARBATAM.com- Warga masih bertanya-tanya terkait temuan keping-keping e-KTP yang tercecer di tepi jalan Desa Parakansalak, Bogor. Dua kardus e-KTP tersebut sudah diangkut lagi oleh truk pembawanya.

Kejadian tersebut masih menyisakan tanya karena keping-keping e-KTP berasal dari luar Pulau Jawa, tepatnya dari Sumatera Selatan. 

e-KTP yang tercecer itu tepatnya terjadi di depan lampu lalu lintas pertigaan Salabenda, Desa Parakansalak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/5/2018) sekitar pukul 13.15 WIB.

Warga yang berada di lokasi sempat menyaksikan kartu tanda identitas warga itu berserakan di jalan. Mereka lalu meneriaki sopir truk supaya kembali mengambil e-KTP yang tercecer. Dari sekian banyak e-KTP yang dilihat warga, umumnya berasal dari Sumatera Selatan.

"Di KTP itu ada tulisan Sumatera Selatan, mungkin asalnya dari sana. Masa berlakunya juga ada yang sampai 2017, ada yang seumur hidup. Tapi belum tahu kan itu KTP mau dibawa ke mana dan mau diapain," kata Ugan, warga yang menyaksikan peristiwa itu, di pangkalan ojek Salabenda, Sabtu (26/5/2018) petang, seperti dilansir dari detik.com.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, dalam keterangan persnya, Minggu (27/5/2018) menyatakan, e-KTP yang tercecer itu adalah e-KTP rusak. Benda itu sedang menempuh perjalanan dari gudang sementera di Pasar Minggu Jakarta Selatan menuju Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor, Jawa Barat.

Zudan menyatakan, e-KTP rusak itu berjumlah satu dus dan seperempat karung. Namun demikian, tak jelas berapa jumlah keping e-KTP yang rusak itu. "Jumlah kepingnya tidak dihitung karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya," kata Zudan. 

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa jumlah e-KTP yang tercecer. "(e-KTP) Ini yang tercecer dua kardus mi instan," kata Tjahjo. 

Meski pihak Kementerian Dalam Negeri sudah menegaskan bahwa e-KTP yang tercecer itu adalah e-KTP rusak alias invalid, namun ada anggota DPR yang tak percaya begitu saja sebelum penyelidikan menyeluruh selesai dilakukan.

Anggota Komisi II DPR dari PKS, Al Muzzammil Yusuf mendorong agar kejadian itu diusut dan dibongkar. Ia khawatir, ada mafia yang memalsukan dokumen. 

"Apakah itu KTP palsu atau KTP rusak, harus dipastikan dulu oleh penyelidikan aparat dan juga (menggunakan) hak pengawasan DPR," kata Muzzammil kepada detikcom.

Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa, pengangkutan e-KTP tersebut seharusnya menggunakan mobil yang lebih aman, sehingga potensi muatan tumpah di perjalanan bisa diminimalisir. 

"Yang saya tanyakan, angkutnya apa tidak ada mobil tertutup?" kata Tjahjo. Merespon kejadian itu, ia mengirimkan tim dari Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan tim hukum Kemendagri untuk menelisik peristiwa tersebut. Penelusuran atas kejadian itu diharapkan bisa mengungkap bagaimana sesungguhnya e-KTP tersebut diangkut, termasuk pemilihan alat transportasinya.

"Sekarang tim Sekjen, Irjen, dan tim hukum Kemendagri sedang meneliti apakah ada unsur kelalaian, keteledoran, atau sabotase," kata Tjahjo. Belum jelas pula apa konsekuensi bila terbukti kejadian ini merupakan kelalaian. 

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera juga mempertanyakan hal yang sama. Politisi PKS ini menilai peristiwa e-KTP tercecer sebagai bentuk keteledoran pemerintah. Kalau jelas-jelas e-KTP itu rusak, maka seharusnya segera saja dimusnahkan.

"Musnahkan segera semua e-KTP rusak, audit segera. Bukan dimusnahkan setelah rame," kata Mardani via akun Twitternya, Minggu (27/5/2018). Warga yang menyaksikan e-KTP tercecer melihat keterangan tempat tertera tulisan Sumatera Selatan. Hal ini juga menjadi pertanyaan Mardani pula.

"e-KTP itu beralamat di Sumatera Selatan, perlu diaudit bagaimana e-KTP rusak punya Sumsel adanya di Jabar. Bukankah kalau ada kesalahan mestinya dihancurkan di tempat? Untuk apa e-KTP rusak dikumpulkan?" kata Mardani. 

Maka itu, dia mendorong audit terhadap e-KTP yang tercecer itu. Audit harus dilakukan secara transparan dan terfokus. Hal senada juga dipertanyakan oleh anggota Komisi II DPR dari PPP, Achmad Baidowi (Awiek). "Kedua, alamat e-KTP yang ada di Sumsel, kenapa bisa nyasar dan numpuk di Bogor? Kalau alasannya dicetak, bukankah e-KTP bisa dicetak di Sumsel?" tutur Awiek. 


Sumber  : Detik.com
Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   nasional-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan BP Batam Layanan Keliling (BLINK), yakni  pengoperasian dua kendaraan yang secara khusus melayani pengurusan Izin Peralihan ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Entah apa yang ada dalam pikiran seorang pria berinisial AP. Dia nekat menghabisi nyawa ayah kandungnya, Ismail (70), warga Perum Hang Tuah Permai, Blok S, No 7 ..