Sujud Syukur Nazaruddin, Terdakwa Pencabulan, Setelah Diputus Bebas PN Batam
Jumat, 08/06/2018 23:28:01
Nazaruddin Naim Aliad Pak Wo, terdakwa kasus pencabulan terhadap anak divonis bebas karena tidak terbukti melakukan tindakan asusila tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Batam

BATAM, KABARBATAM.com - Isak tangis dan Sujud syukur Nazaruddin Naim Aliad Pak Wo, terdakwa kasus pencabulan terhadap anak beserta keluarga saat Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap dirinya di Pengadilan Negeri (PN) Batam. 

Sidang vonis tersebut dipimpin Hakim Ketua Hera Polosia Destiny dengan Hakim Anggota Iman Budi Putra Noor dan Radite Ika Septina.

Direktur LBH Mawar Saron Batam Philipus Harapenta Sitepu sebagai kuasa hukum dari Nazarudin Naim mengaku sangat mengapresiasi keberanian dari majelis hakim, karena memang Nazarudin Naim tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.

Dari awal proses hukum oleh pihak kepolisian pada tanggal 12 mei 2017, terdakwa tidak pernah mengakui telah melakukan perbuatan itu ditambah lagi pada saat pemeriksaan di kepolisian terdakwa tidak didampingi oleh Penasehat Hukum.

Padahal sudah jelas diatur dalam Pasal 56 KUHAPidana untuk ancaman diatas 5 tahun Kepolisian wajib menunjuk atau menyediakan Penasehat Hukum bagi terdakwa maka seharusnya Nazarudin Naim wajib didampingi. 

Tapi apa daya, Nazarudin Naim yang sudah tua dan tidak tau apa yang sedang dialami atas dirinya hanya terpaksa diam-diam dan pasrah saja.

"Menjadi pertanyaan juga bagi kami, mengapa penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Sektor Batu Ampar Resor Kota Barelang tidak menunjuk penasehat hukum, malah membuat Berita Acara Penolakan untuk didampingi penasehat hukum padahal hal tersebut bertentangan dengan KUHAPidana," kata Philipus.

Nazarudin Naim sebelumnya didakwa oleh Kejaksaan Negeri Batam dengan 3 pasal yakni, pasal 81 ayat (2), pasal 81 ayat (1), dan pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Nazarudin Naim dituduh melakukan persetubuhan dan/atau percabulan sebagaimana pasal tersebut terhadap anak korban yang bernama AR pada sekitar bulan Februari 2017 di Tanjung Sekoang, RT 03, RW 02 Kec. Batu Ampar Kota Batam.

Lebih lanjut, Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutannya menuntut Terdakwa dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun dan denda sebesar Rp. 50.000.000 subsidair 6 (enam) bulan penjara.

"Namun kami sebagai Penasehat Hukum Nazarudin Naim membantah semua apa yang dituduhkan oleh Jaksa Penuntut Umum," jelasnya.

"Makanya berdasarkan Putusan Nomor : 898/Pid.Sus/2017/PN Btm dibacakan pada hari ini 6 Juni 2018 di Pengadilan Negeri Batam, kami yakin hukum di Indonesia tidak tidur," katanya menambahkan.

Saat ini Nazarudin Naim sudah bisa berkumpul dengan sanak keluarganya pasca vonisbebas yang didapatnya. (mau)



Editor  : Sherly Damanik
Tags
   
   batam
   
   hukum
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan BP Batam Layanan Keliling (BLINK), yakni  pengoperasian dua kendaraan yang secara khusus melayani pengurusan Izin Peralihan ..
KEPRI
NATUNA, KABARBATAM.com- Upacara Peringatan ‎Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Natuna berlangsung khidmat, Jumat (17/8/2018) pagi. Upacara ..