Tim SAR Masih Cari Puluhan Korban KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba
Selasa, 19/06/2018 14:43:31
Tim SAR dalam operasi pencarian korban KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba. (Foto: Tribunnews.com)

SIMALUNGUN, KABARBATAM.com-  Tim gabungan terus berupaya mencari lebih dari 50 penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.30 WIB. 

Sebelumnya, tim gabungan telah mengevakuasi sebanyak 19 korban yang berhasil ditemukan dalam operasi pencarian yang dilakukan pasca kapal tenggelam. 

Pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dilakukan dengan menyisir hingga perairan Tanjung Unta, sekitar tiga mil laut atau sekitar 5 kilometer (km) dari lokasi kapal tenggelam.

"Pencarian korban hingga sejauh tiga mil dari lokasi kapal tenggelam. Ini masih di Perairan Tanjung Unta atau di sisi timur Danau Toba," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Danau Sungai dan Penyeberangan (LLSDP) Perintis Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah 2 Sumut, Rijaya, Selasa, 19 Juni 2018.

Dia mengatakan, pencarian belum ada perkembangan. Bahkan sekitar 130 baju pelampung yang ditebar tim di sekitar lokasi tenggelamnya kapal tadi malam, masih mengapung di danau.

"Tadi malam karena pencarian terkendala cuaca, kami tebar sekitar 130 baju pelampung, jika ada penumpang kapal yang mengapung. Tapi hingga kini belum ada perkembangan," jelasnya.

Pencarian korban, sambung Rijaya, juga diikuti oleh Bupati Samosir dan Kapolres Samosir serta melibatkan Tim SAR, Polairud. Tim menerjunkan satu kapal cepat dan dua NCR (kapal SAR), dua spedboat AIRUD dan dibantu lima kapal masyarakat.

"Jadi semua ikut terlibat. Kita harap hari ini cuaca mendukung," paparnya. Pencarian akan dilakukan hingga sejauh lima mil (sekitar delapan kilometer). Data terakhir, korban ditemukan ada 18 orang yang selamat dan 1 orang meninggal dunia. "Pencarian akan dilakukan hingga sejauh 5 mil," pungkasnya.

Sebelumnya KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun), Senin, 18 Juni 2018, sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal kayu yang mengangkut sekitar 80 orang ini tenggelam sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Tigaras.

Kapal tenggelam akibat kelebihan muatan. Pasalnya, kapal ini berkapasitas normal 60 penumpang. Tak hanya itu, kapal juga membawa 55 unit sepeda motor. Padahal kapal ini seharusnya tidak boleh mengangkut kendaraan. Kondisi diperparah dengan ombak tinggi, angin kencang dan hujan deras pada saat kejadian.

"Sesuai sertifikatnya, kapasitas kapal hanya 60 orang, tapi ternyata dibawa 80 orang. Dan kapal itu tidak boleh membawa kendaraan roda dua. Jadi over kapasitas," jelas Kasi Lalu Lintas Danau Sungai dan Penyeberangan (LLSDP) Wilayah 2 Sumut, Rijaya.


Sumber  : mtvn
Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   daerah
   
   daerah
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Harapan besar muncul terhadap Batam International Culture Carnival (BICC) 2018. Perhelatan yang masuk dalam 100 Calender of Event (CoE)Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..