Taben Diduga Depresi karena Tak Pernah Juara Lomba Lari
Jumat, 06/07/2018 16:18:53
Polisi mengevakuasi mayat diduga Taben Musadi, yang ditemukan mengapung di Waduk Seiladi, Batam. (Foto: metrobatam)

BATAM, KABARBATAM.com- Identitas Taben Musadi alias Edi (30), pria yang ditemukan tewas mengapung di Waduk Sei Ladi, Kecamatan Sekupang, Batam, Rabu (4/7/2018) sekitar pukul 14.30 WIB, terekam di Kantor Dinas Pendidikan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam.

Berdasarkan data yang terekam dalam data base e-KTP di Disdukcapil Batam, pemuda itu tinggal di Perum Indootri, Blok E Nomor 22, RT 03/RW 07, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. 

Di alamat tersebut, Taban diketahui tinggal bersama Paryudi yang tak lain adalah bapak angkatnya. Demikian disampaikan Kapolsek Lubuk Baja Kompol Yunita Stevani, Jumat (6/7/2018). 

"Berdasarkan data Disdukcapil, alamat korban sama persis dengan Pak Paryudi, tetangga yang juga bapak angkat korban," kata Yunita, Jumat (6/7/2018).

Penyidik, sambung Yunita,  masih mendalami dan menyelidiki motif kasus tersebut. Beberapa saksi seputar orang dekat korban telah diminta keterangan.

Dia menuturkan, polisi juga sudah mendapatkan informasi tentang keluarga korban di kampung halamannya di Desa Kubu Padi Kecamatan Kuala Mandor-B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

"Kalau tidak ada halangan, sore ini kakak kandung korban tiba di Batam untuk memastikan apakah benar ini adik kandungnya seperti informasi dan data yang kami terima," jelas Yunita.

Di bagian lain, sejumlah tetangga korban di perumahan Indootri mengatakan bahwa korban sudah lama tinggal perumahan tersebut. Bahkan sebelumnya korban bekerja di salah satu perusahaan yang ada di kawasan Muka Kuning.

"Namun sejak beberapa bulan belakagan ini korban tidak lagi bekerja di perusahaan, mungkin tidak diperpanjang masa kerjanya dan sekarang malah kerja serabutan," kata Wan, tetangga korban.

Keseharian korban dikenal anak yang ramah, bahkan korban kerap terlihat berlatih dengan berkeliling di sekitar perumahan. "Korbankan atlet lari, makanya setiap sore kadang korban berlatih lari disekitar perumahan," jelasnya.

Berbeda dengan pengakuan ibu angkat korban, Bu Paryudi yang mengaku korban kemungkinan bunuh diri. Dia mengatakan, korban kerap berbicara kepada dirinya ingin mati. "Bisa saja korban depresi, karena korban sering bilang mau mati ke saya," ujarnya.

Menurut Bu Paryudi, Taben depresi karena tidak pernah juara ketika dia menjadi atlet lari. 

Selain itu, Bu Paryudi mengaku sebelum puasa lalu, kakak angkat korban yang berada di Tiban Mentarau bercerita kepada dirinya, kalau korban berpesan jika selama dua bulan dia tidak ada kabar, berarti dia sudah meninggal. "Makanya kami yakin korban depresi dan mau bunuh diri," ujarnya. 


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Acara pembukaan Kejuaraan Nasional Bandung Karate Club (BKC) 2018 bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dibuka dengan resmi oleh Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Usulan pengajuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan Tahun 2019 telah ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Bintan Apri Sujadi. Usulan UMK tersebut sebesar ..