Jalur Zonasi PPDB di Pekanbaru Diserbu Warga
Sabtu, 07/07/2018 14:16:11
Ilustrasi. (Foto: net)

PEKANBARU, KABARBATAM.com- Masyarakat Pekanbaru antusias mendaftarkan anaknya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Dari sekian jalur masuk, jalur zonasi paling banyak dibidik orangtua calon siswa karena jumlah yang diterima cukup banyak. 

Suasana di SMA Negeri 10 Pekanbaru mislanya, puluhan orangtua siswa masih antre untuk mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut. Sistem atau jalur zonasi yang diberlakukan pemerintah membuka peluang calon siswa diterima di sekolah.

"Ada bagusnya (zonasi) juga. Kita tak perlu jauh-jauh mendaftarkan anak ke sekolah lain. Cukup di sekolah terdekat, seperti di SMAN 10 ini," ujar Lili, warga Pekanbaru, belum lama ini. 

Dia mengatakan, mendaftarkan anaknya melalui jalur zonasi karena kuota jalur ini di SMAN 10 sebanyak 226 orang. "Peluang diterima sangat terbuka karena jarak rumah saya dari sekolah cukup dekat. Tak sampai 500 meter," ujarnya.

SMAN 10 Pekanbaru resmi menutup pendaftaran PPDB pada Kamis, 5 Juli 2018, sekitar pukul 12.00 WIB. Meski begitu, masih banyak warga yang ingin mendaftarkan anaknya masuk di sekolah tersebut.

Panitia PPDB sekolah ini mengarahkan warga agar mendaftarkan anaknya di sekolah lain, seperti SMA Handayani, SMA Muhammadiyah, atau SMA PGRI 1 Pekanbaru.

Ketua Panitia PPDB SMAN 10 Pekanbaru, Muhammad Rusli, mengatakan, hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 373 siswa yang mendaftar PPDB. Jumlah yang akan diterima di sekolah ini sebanyak 360 orang.

"Antusias warga mendaftarkan anaknya masuk SMAN 10 tahun ini sangat tinggi. Tahun ini kami membuka 10 lokal, bertambah dua lokal dari total tahun lalu hanya delapan lokal," ujar Rusli saat ditemui di ruang Panitia PPDB 2018.

Dia mengatakan, pendaftar terbanyak ada di jalur zonasi. SMAN 10 Pekanbaru menerima 226 orang jalur zonasi. "Jalur ini paling banyak peminat. Sesuai ketentuan, sekolah wajib menerima calon siswa yang tinggal di radius 500 meter dari sekolah," ujarnya.

Bagi yang di luar zonasi, sambung Rusli, boleh mendaftar tetapi kuota yang tersedia hanya 5 persen dari total siswa yang diterima SMAN 10 Pekanbaru.

Ditambahkan Rusli, ada beberapa pertimbangan mengapa pemerintah membuka jalur zonasi. Pertama, agar calon siswa tidak mendaftar dan menumpuk di satu sekolah. Kedua, mengurangi kemecetan di wilayah tersebut, dan Ketiga dari segi ekonomi dapat membantu orangtua siswa.

"Tujuan utamanya supaya ada pemerataan, sehingga calon siswa tidak menumpuk di satu sekolah. Siswa pintar dan rangking teratas tak perlu lagi mendaftar ke SMAN 1 misalnya, tetapi cukup di sekolah terdekat," tambah Kepala SMAN 10 Pekanbaru, Sri Wahyuni.

Suasana tak jauh berbeda di SMPN 9 Pekanbaru. Puluhan warga juga masih memadati sekolah ini untuk memgetahui infornasi kelulusan PPDB 2018. Sekolah ini akan menerima sebanyak 288 siswa baru.

"Hari ini saya datang untuk mengetahui informasi kelulusan yang akan diumumkan sekolah. Saya mendaftarkan anak saya Rabu, 4 Juli kemarin. Saya optimis anak saya diterima melalui jalur zonasi," ujar Fitri, warga Jl Sepakat, Tenayan Raya, Pekanbaru.


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   riau
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Acara pembukaan Kejuaraan Nasional Bandung Karate Club (BKC) 2018 bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dibuka dengan resmi oleh Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Usulan pengajuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan Tahun 2019 telah ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Bintan Apri Sujadi. Usulan UMK tersebut sebesar ..