Fakta tentang Susu Kental Manis yang Penting Diketahui Konsumen
Sabtu, 07/07/2018 15:05:26
Ilustrasi

KABARBATAM.com- Baru-baru ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada produsen,importir, dan distributor produk susu kental manis agar tidak memberikan keterangan menyesatkan di label dan iklan produk mereka.

Produsen dilarang menampilkan anak-anak di bawah usia 5 tahun untuk pemasaran susu kental manis. Juga dianjurkan untuk tidak menggunakan visualisasi yang mengindikasikan susu kental manis sebagai pelengkap zat gizi atau mengiklankan cara konsumsi susu kental manis dengan diseduh. Semua itu dilakukan dalam rangka melindungi konsumen utama susu kental manis, yaitu anak-anak dari informasi yang tidak benar.

Edaran ini tentu saja menerbitkan tanda tanya besar tentang nilai gizi susu yang sudah sering dipertanyakan sejak beberapa tahun lalu.

Lalu apa saja yang perlu kita pahami tentang susu kental manis? Apakah bahan makanan ini memang berbahaya untuk kesehatan, seperti yang disuarakan oleh banyak pihak? Berikut ini penjelasan selengkapnya untuk bahan pertimbangan bersama.

1. Tidak sama dengan susu evaporasi
Susu kental manis kerap disamakan dengan susu evaporasi. Padahal keduanya adalah produk yang berbeda. Baik susu kental manis maupun susu evaporasi melalui proses penguapan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan sebagian besar cairan dan menghasilkan produk yang konsistensinya lebih kental.

Walaupun begitu, susu kental manis telah ditambahkan gula yang banyak sebelum mengalami penguapan. Tingkat kekentalannya melebihi susu evaporasi yang tidak mengandung gula tambahan. Warnanya pun tampak lebih gelap.

2. Sebagian besar bahan dasarnya adalah gula
Separuh bagian susu kental manis adalah gula. Tujuannya adalah mengawetkan dan meningkatkan konsistentsi produk.

Awalnya susu kental manis memang dibuat untuk memberikan kekentalan pada makanan. Juga sebagai pengganti telur pada makanan penutup (dessert) yang bertekstur creamy.

Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) menilai kandungan gula yang mencapai 50 persen pada produk susu kental manis berpotensi menyebabkan obesitas dan diabetes.

3. Jumlah Kalori yang Cukup Besar
Susu kental manis mengandung kalori dalam jumlah besar. Ini dikarenakan kandungan gula yang ada di dalamnya.

Dilansir LiveStrong, sesendok makan susu kental manis mengandung lemak sampai 2 gram. Ini pun lemak jenuh yang berpotensi menyebabkan masalah pada kesehatan kardiovaskuler.

Cairan manis ini juga mengandung protein, walaupun tak banyak. Kurang lebih hanya 1,5 gram setiap 1 sendok makan.

Walaupun begitu, susu kental manis dianggap sebagai opsi yang masih lebih baik daripada krim. Pasalnya krim mengandung sampai 5,5 gram lemak dalam setiap sendok makan.

Selain itu, sebagian besar produsen susu kental manis juga menambahkan vitamin atau zat gizi lain untuk memperkaya nutrisi produk.

4. Tidak cocok untuk bayi
Susu kental manis memang lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa. Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh bayi, karena bisa menyebabkan diare. Kandungannya berbeda dengan susu formula atau susu sapi biasa.

Bagi anak-anak, susu sapi harus dikonsumsi dalam porsi yang tidak berlebihan. Begitu juga dengan orang dewasa yang ingin menjaga kesehatan jantung dan berat badan.

5. Apakah susu kental manis berbahaya untuk dikonsumsi?
Dari uraian di atas bisa kita simpulkan bahwa susu kental manis sebenarnya tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Kuncinya adalah porsi sewajarnya untuk konsumen dengan usia yang tepat.

"Susu kental manis tidak masalah dikonsumsi secara proporsional. Tapi kalau sudah berlebih, apapun itu tidak boleh. Prinsipnya seperti itu,"Pakar gizi dari Universitas Indonesia Ahmad Syafiq kepada Merdeka.com. "Gula memang tidak boleh dikonsumsi banyak-banyak, tapi dengan catatan semua gizinya sudah terpenuhi," ujarnya.

Syafiq menambahkan, mengonsumsi susu kental manis tidak akan mengganggu pertumbuhan gizi. Menurutnya, gangguan terhadap tumbuh kembang anak dan asupan gizinya tidak bisa dialamatkan kepada salah satu produksi makanan atau minuman saja.

"Tidak bisa di-generalisir seperti itu, karena pola makan sehat itu mesti dilihat secara keseluruhan dan bukan dari konsumsi tertentu saja. Itu yang disebut pemahaman terhadap keseimbangan zat gizi," tuturnya.

Dan perlu diingat bahwa susu kental manis bukan produk yang dilarang. Hanya saja perlu disikapi dengan lebih bijak dalam mengonsumsinya.

"Terkait SKM ini penting untuk disosialisasikan karena banyak persepsi yang keliru di masyarakat dalam mengonsumsi SKM. SKM tidak dilarang, tapi kita harus bijak dalam mengonsumsinya," ujar Suratmono, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM.


Sumber  : Merdeka.com
Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   kesehatan
BP BATAM
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo bersama Direktur Pengembangan Manajemen Kinerja Purnomo Andiantono dan Direktur Politehnik Negeri Batam ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Guna menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019, seluruh stakeholders melaksanakan Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2019, di Lapangan Pamedan Kota Tanjungpinang, ..