Malaysia Gerebek Pesta Seks di Kondominium, Tangkap 3 Wanita Indonesia
Selasa, 10/07/2018 14:07:49
Polisi Malaysia menangkap para tersangka di dua lokasi berbeda dan diduga terlibat pesta narkoba dan seks di Kota Kuala Lumpur, Malaysia (Foto: BERNAMA)

KUALA LUMPUR, KABARBATAM.com- Otoritas Malaysia membongkar sindikat perdagangan manusia dalam aktivitas pesta seks di dua lokasi berbeda. Kegiatan terlarang itu diungkap kepolisian Malaysia pada Selasa (3/7/2018) dan Jumat (6/72018) lalu. 

Dalam penggerebekan tersebut, polisi Malaysia menangkap 68 orang. Tiga orang di antaranya merupakan perempuan berkewarganegaraan Indonesia atau WNI. Dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Selasa (10/7/2018), penggerebekan pertama dilakukan pada Selasa (3/7/2018) dan penggerebekan kedua pada Jumat (6/7/2018) lalu. 

Mazlan Lazim, Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Malaysia,  mengatakan, dalam penggerebekan pertama di sebuah kondominium di Jalan Ceylon, Kota Kuala Lumpur, polisi menangkap 15 orang. 

Mereka yang ditangkap terdiri atas sembilan pria dan enam wanita. Usia mereka antara 19 hingga 44 tahun. "Empat pria di antaranya merupakan warga negara Thailand dan dua wanita Indonesia, sementara sisanya merupakan warga lokal (Malaysia)," kata Mazlan Lazim dalam pernyataannya kepada wartawan. 

Dia mengutarakan, selama penggerebekan, seluruh tersangka sedang dalam kondisi high (karena narkoba). "Saat digeledah, polisi menemukan 4.000 butir pil Erimin-5 dan 19 butir pil ekstasi," imbuhnya. 

Hasil pengembangan dari penangkapan tersebut, polisi menggerebek lokasi kedua di sebuah kondominium di Jalan Ampang, Kota Kuala Lumpur. Di tempat ini, polisi menangkap 53 orang yang berusia antara 14-29 tahun. 

"Selama penggerebekan, kami menemukan enam pria dan tiga wanita di ruangan pertama. Sedangkan 23 pria dan 21 wanita berada di ruangan kedua, diyakini sedang melakukan aktivitas seksual," kata Mazlan Lazim. 

"Remaja 14 tahun yang ditahan merupakan warga negara Indonesia, dan polisi juga menyita sejumlah pil ekstasi," tuturnya. 

Dia menambahkan, seluruh orang yang ditangkap semuanya positif menggunakan narkoba. Para tersangka yang ditangkap merupakan sindikat yang biasa menggelar berbagai aktivitas terkait seks dan narkoba yang melibatkan para remaja. Aktivitas semacam itu diiklankan via aplikasi pesan WeChat. 

Adapun modus operandi sindikat ini, karena remaja tidak diperbolehkan masuk ke pusat hiburan, sehingga mereka menyewa kondominium dan mengelar pesta semacam itu. "Remaja yang ingin bergabung dikenai biaya 100 Ringgit hingga 200 Ringgit Malaysia (Rp 356 ribu - Rp 713 ribu)," urainya. 


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   internasional
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Merespon keinginan dunia usaha agar proses perizinan cepat, mudah, dan langsung terintegrasi secara online, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Sosialisasi Kemudahan ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau memberikan bantaun dana sebesar Rp50 Juta kepada pengurus Masjid Dhiyaul Janah, Kelurahan Tembesi, Sagulung, Kota ..