Sempat Terputus, Kabel Bawah Laut Batam-Singapura kembali Dipasang
Kamis, 12/07/2018 17:25:51
Ilustrasi pemasangan kabel bawah laut. (Foto: net)

KABARBATAM.com- Triasmitra baru saja menuntaskan kasus putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang terkena jangkar kapal milik perusahaan swasta pada 30 November 2017 lalu. 

SKKL yang dikelola oleh Triasmitra menjadi andalan dari berbagai operator telekomunikasi di Tanah Air. SKKL tersebut menghubungkan Jakarta-Bangka Belitung-Batam-Bintan dan Singapura.

CEO Ketrosden Triasmitra, Titus Dondi Patria A, mengatakan, SKKL merupakan salah satu urat nadi infrastruktur telekomunikasi. SKKL sebagai tulang punggung yang menghubungkan Indonesia dengan dunia luar adalah aset strategis nasional. 

"Layaknya aset strategis, tentu harus mendapat perlindungan dan penegakkan hukum maksimal jika ada pihak-pihak yang merusak," ujar Titus Dondi Patria A, dalam rilisnya, Kamis (12/7/2018).

Dia mengungkapkan, SKKL yang menghubungkan Indonesia-Singapura tersebut sudah terdaftar dan masuk ke dalam Peta Laut atau Peta Hidrografi dan Oseanografi (Peta Hidros). 

Peta Hidros merupakan acuan di dalam melakukan setiap pelayaran, sehingga setiap kapal yang berlayar ketika mendekati dan memasuki setiap wilayah tertentu di laut yang terdapat di dalam Peta Hidros akan mengetahui adanya SKKL Jakarta-Bangka-Batam-Bintan-Singapura. 

Artinya, kapal dilarang untuk membuang jangkar sembarangan apalagi pada wilayah jalur SKKL yang dapat menyebabkan putusnya SKKL (fiber cut).

Triasmitra berharap, pemerintah lebih memperhatikan kondisi SKKL sebagai aset strategis nasional karena menyangkut hajat hidup orang banyak. "Seiring dengan penetrasi internet sudah menembus 50% dari total populasi penduduk Indonesia atau sekitar 143 juta orang telah terhubung dengan dunia maya pada tahun 2017," terangnya.  

Penyebab terbesar putusnya jaringan SKKL karena kena jangkar kapal, vandalisme, dan aktivitas nelayan. Selain itu, reklamasi juga terindikasi mengancam keberadaan titik pendaratan SKKL. Bila jalur SKKL Batam ke Singapura putus, layanan internet, basis data dari dan ke luar negeri dan  Sambungan Langsung Internasional (SLI) serta SMS secara nasional akan terputus juga.

Belum lagi seluruh website yang server berada di Indonesia tidak dapat diakses. Potensi hilangnya pendapatan seluruh operator diperkirakan sebesar Rp6,8 triliun per bulan.

SEperti diketahui, belum lama ini, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap delapan orang komplotan pencuri kabel fiber optik bawah laut sepanjang 3.200 meter atau 3,2 kilometer. 

Kabel fiber optik itu menghubungkan Jakarta-Bangkabelitung-Batam-Bintan-Singapura. Bakamla sedang mendalami mafia pencurian yang diduga sudah beraksi sejak 2006 tersebut. 

"Sejak dari 2006 kasus pencurian kabel fiber optik bawah laut terjadi. Nah, kami sedang mendalami apakah kasus ini terkait dengan kasus-kasus sebelumnya. Termasuk peran sindikat pencurian kabel fiber optik bawah laut yang telah merugikan negara," ungkap Kepala Bakamla RI Laksdya Arie Soedewo saat meninjau barang bukti hasil curian, di Pangkalan Zona Maritim Barat, Barelang, Kota Batam, Senin, 28 Mei 2018. 


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Acara pembukaan Kejuaraan Nasional Bandung Karate Club (BKC) 2018 bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dibuka dengan resmi oleh Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Usulan pengajuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan Tahun 2019 telah ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Bintan Apri Sujadi. Usulan UMK tersebut sebesar ..