Inneke Koesherawati Diciduk KPK Bersama Kalapas Sukamiskin
Sabtu, 21/07/2018 14:40:41
Inneke Koesherawati (Foto: net)

JAKARTA, KABARBATAM.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar, Sabtu (21/7/2018) dini hari di Bandung, Jawa Barat. Seorang di antaranya disebut merupakan artis, Inneke Koesherawati.

"Dari enam orang tersebut, ada unsur penyelenggara negara di Lapas, narapidana korupsi, dan keluarga napi, serta PNS di Lapas," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi terkait operasi tangkap tangan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima dari penegak hukum di KPK, enam orang tersebut yakni Kalapas Sukamiskin Wahin Husen dan istrinya Dian Anggraini.

Sedangkan yang dimaksud narapidana korupsi dan keluarga yakni Fahmi Darmawansyah dan istrinya Inneke Koesherawati serta orang kepercayaan Fahmi bernama Andri. Fahmi merupakan terpidana kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

"Inneke, istri Fahmi ya. Tapi kita belum tahu apa perannya," kata sumber. Satu lagi yang diamankan tim penindakan yakni Hendri Saputra selaku orang kepercayaan Kalapas Wahid Husen yang juga merupakan PNS di Lapas Sukamiskin.

Bersama keenam orang tersebut, tim penindakan KPK juga mengamankan uang, valas, dan kendaraan. Total uang suap tersebut masih dihitung oleh KPK. Keenam orang tersebut juga tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Gedung KPK. KPK memiliki waktu 1 X 24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Sebelumnya, sekitar pukul 00.00 WIB, tim KPK melakukan penggeledahan terhadap ruang kalapas dan kamar WBP berdasarkan keterangan dari komandan jaga, Yunaidi. 

Saat itu, KPK bersama petugas Polresta Bandung, Kalapas Wahid Husen dan Hendri (petugas atau ajudan Kalapas) tiba di lapas kelas I Sukamiskin, diterima oleh petugas P2U an Aceng.

Kemudian langsung meminta petugas jaga untuk membuka atau melakukan penggeledahan kamar WBP atas nama Andri dan Fahmi Darmawangsa.

Penggeledahan tersebut berlangsung selama sekitar 30 menit di kamar WBP atas nama Fahmi Darmawangsa dan Andri. Setelah dilakukan penggeledahan di kamar WBP an Andri dan Fahmi, KPK menanyakan posisi kamar Fuad Amin dan Tb Chaeri Wardana untuk dilakukan penggeledahan.


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   nasional-
BP BATAM
JAKARTA, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam sebentar lagi memiliki Biro Ekonomi Kreatif. Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru BP Batam tersebut sudah dikaji dan didalami Kementerian ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Bantuan dan donasi dari masyarakat Provinsi Kepri untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala (Sulteng) terkumpul mencapai Rp1 miliar lebih. ..