TNI AL Tangkap 2 Kapal Asing di Perairan Perbatasan RI
Sabtu, 28/07/2018 09:25:06
Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudo Margono meninjau kapal yang diamankan TNI AL di pulau terluar. (Ft: Kabarbatam.com)

BATAM, KABARBATAM.com - TNI AL berhasil mengamankan dua kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia. Kapal tersebut masing-masing kapal berbendera Cook Island dan berbendera Djibouti, sebuah negara di Afrika Timur.

Kedua kapal asing itu ditangkap di dua wilayah berbeda, di perairan Natuna dan satu lagi di Selat Malaka.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudo Margono mengatakan untuk kapal berbendera berbendera Cook Island yang diamankan di Natuna merupakan kapal tangker berbobot 1.914 GT bermuatan 2.500 ton minyak solar.

"Ada 18 ABK dari berbagai negara dikapal itu, diantaranya dari Jepang, China dan Myanmar serta satu orang warga Indonesia yang bertugas sebagai penerjemah," kata Yudo, Kemarin (27/7/2018) sore.

Dalam Pemeriksaannya, ABK kapal tangker masih berbohong kepada penyedik TNI AL, sebelumnya para ABK mengaku hendak ke Arab membawa 2.500 ton solar, namun belakangan malah mengaku ke Taiwan.

"Dilihat dari dokumen, kapal ini akan menuju ke Papua Nugini, namun kenyataannya malah kearah Taiwan. ABK mengaku ingin ke Arab. Ini sangat membingungkan," jelasnya.

Saat ini kapal tersebut dititipkan di Lanal Ranai dan masih dilakukan pemeriksaan.

Berbeda dengan kapal Kapal Phyllis SC4471J yang diamankan di Selat Malaka, kapal ini malah memiliki dua bendera, yakni Djibouti yang merupakan sebuah negara di Afrika Timur dan Singapura.

"Kapal ini bermuatan sejumlah sembako asal Singapura, Sayur serta daging babi. Pengakuan abk nya akan dijual di kapal-kapal yang melintasi selat Malaka tersebut," ungkapnya.

Untuk abk, kapal ini hanya ada empat orang dan satu diantaranya positif narkoba.

Selain itu, dari pemeriksaan tidak sedikit keganjilan yang ditemukan, diantaranya banyaknya ditemukan dokumen kapal dari beberapa negara, namun semua dokumen itu sudah kedaluwarsa masa berlakunya.

Yudo juga mengaku pihaknya sempat menurunkan Anjing Pelacak untuk memeriksa kapal. Tetapi tidak ditemukamnya narkoba.

"Para tersangka ini dikenakan UU Pelayaran Pasal 284 No 2 Tahun 2018 dengan ancaman hukuman Maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 600 juta," katanya. (mau)



Editor  : Satriyo
Tags
   
   batam
   
   metropolitan-
   
   penyelundupan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan BP Batam Layanan Keliling (BLINK), yakni  pengoperasian dua kendaraan yang secara khusus melayani pengurusan Izin Peralihan ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura Gavin Chay, di Kantor DPRD Kepri, Selasa (14/8/2018). Kunjungan ini dalam ..