Nuryanto: Lembaga Kami Tercoreng!
Selasa, 07/08/2018 21:04:17
Ketua DPRD Batam Nuryanto. (Foto: Tribun Batam)

BATAM, KABARBATAM.com- Rumor adanya dugaan perbuatan mesum di ruang kerja salah seorang pimpinan DPRD Kota Batam terus menggelinding. Masyarakat Batam pun makin dibikin penasaran dengan informasi yang makin liar itu, tanpa didukung adanya penyelidikan dari pihak terkait. 

Belakangan ini media ramai memberitakan tentang dugaan perbuatan tak senonoh di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Batam, Zainal Abidin. Meski dugaan pergulatan itu terjadi pada 23 Juli 2018, rumor itu masih saja berhembus kencang. 

Sorotan tak hanya datang dari media, tetapi juga penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Aktivis LSM makin kencang menyoroti kasus itu tatkala dugaan asusila justru terjadi di ruang pimpinan DPRD Batam. "Itu mencoreng lembaga legislatif, dan terkesan ada pembiaran," ujar Aldi Braga, Ketua LSM Garda Indonesia. 

Tidak adanya ketegasan pimpinan DPRD untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi saat itu, kata Aldi, makin menimbulkan pertanyaan bagi publik. "Seharusnya diungkap ke publik benar tidaknya dugaan perbuatan mesum itu agar tidak muncul praduga di luar," ujarnya. 

Sanksi terhadap dua staf DPRD Batam berinisial FD dan AY dinilai Aldi tidak cukup untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi di ruang pimpinan DPRD tersebut. Bahkan sanksi kepada kedua staf dewan dinilai janggal karena belum ada penyelidikan yang komprehensif atas dugaan perbuatan mesum itu. 

"Masalah ini harus di-clearkan. Pak Zaenal harus dihadirkan untuk menjelaskan kabar yang sudah berkembang bahwa ada aktivitas terlarang di kamar ruang kerjanya," ujar Aldi saat bertemu Ketua DPRD Batam Nuryanto, di gedung DPRD Batam, Selasa (7/8/2018). Aldi tidak sendiri. Ada beberapa penggiat LSM dan media hadir saat bertemu Nuryanto di ruang kerjanya.  
 
Ketua DPRD Batam Nuryanto mengaku awalnya tidak mengetahui informasi tersebut. Ia baru mengetahui informasi itu ketika dihubungi wartawan yang pertama kali memberitakan soal dugaan perbuatan mesum tersebut. 

"Saya langsung bertindak. Saya memanggil Pak Zaenal dan menanyakan kebenaran informasi tersebut. Beliau menampik adanya perbuatan tersebut, dan mengatakan bahwa informasi itu belum dapat dipastikan kebenarannya," ujar Nuryanto. 

Ketua DPRD yang akrab disapa Cak Nur ini tak ingin berandai-andai, karena sejauh ini belum ada bukti kuat yang mengarah terjadinya dugaan perbuatan mesum yang ramai diberitakan media, karena khawatir akan menjadi fitnah. 

"Informasi ini kebenaran sumber beritanya belum bisa dipertanggungjawabkan. Kalau informasi ini kita kembangakan, tanpa adanya bukti kuat malah cenderung arahnya fitnah. Bukan hanya terhadap lembaga DPRD, tetapi juga terhadap bersangkutan (dua staf honorer dewan)," ungkapnya. 

Pihaknya menyayangkan karena informasi yang telah menyebar luas ini telah mencoreng nama lembaga, dalam hal ini DPRD Batam. "Ya pasti, lembaga kami tercoreng oleh adanya kabar tersebut," kata pria yang akrab disapa Cak Nur. 

Lantaran informasi itu tersebar luas, Cak Nur mengaku banyak menerima telepon dari rekan-rekan dan koleganya sesama pimpinan dan anggota DPRD, tak hanya di Kepri tetapi juga di Jakarta. "Bahkan rekan-rekan di asosiasi DPRD se-Indonesia juga menghubungi saya, menanyakan tentang kabar tersebut," akunya. 

Kabar merebaknya dugaan perbuatan mesum di bilik pimpinan DPRD Batam mencuat ketika pemilik ruangan yakni Wakil Ketua DPRD Batam Zainal Abidin menerima kedatangan dua orang tamu  dari anggota DPRD Kampar, Provinsi Riau. 

Zainal hanya beberapa menit menemani kedua tamunya. Dia  harus bergegas mengikuti sidang paripurna DPRD. Tak lama berselang, dua staf honorer yang biasa bekerja sebagai pramusaji untuk mengantarkan makanan dan minum kepada tamu, masuk ke ruang kerja Zaenal saat tamu tersebut masih berada di dalam. 

Setelah pertemuan selesai, selang beberapa jam kemudian, seorang cleaning service berinisial BD masuk untuk membersihkan ruang kerja Zaenal. BD sempat dibikin terkejut ketika mendapati kamar tidur Zaenal berantakan. Tanpa menaruh curiga apa-apa, BD melanjutkan pekerjaannya merapikan kamar dan ruangan Zaenal. 

Dikonfirmasi terkait informasi tersebut, Zaenal mengaku bahwa ia tak mengetahui dugaan perbuatan mesum di ruang kerjanya. Meski mengakui bahwa kedua orang di ruang kerja itu adalah tamunya dari DPRD Kampar, Zaenal belum yakin dugaan pergulatan itu ada karena tidak ada bukti. 

"Ada nggak buktinya? Kalau buktinya ada justru saya mendorong agar ini diungkap, supaya clear. Karena ini bisa mencemarkan nama saya dan mencoreng nama lembaga," ujarnya. Saat mendapat informasi tersebut, Zaenal sempat marah kepada stafnya yang berada di luar. 

Dia marah karena stafnya dianggap lalai tak mengawasi orang-orang yang masuk ke ruangannya dan kegiatan yang mereka lakukan di dalam. Untuk menelusuri dugaan perbuatan itu, Zaenal meminta Sekwan mencari tahu lebih jauh informasi tersebut. "Saya tidak tahu dari mana informasi (dugaan mesum) itu, makanya saya meminta Sekwan mencari tahu," pungkasnya. (wan)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar kejuaraan panahan bertajuk Batam Open Archery Championship 2018, selama tiga hari mulai Jumat (19/10/2018) hingga Minggu (21/10/2018). ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Gubernur Kepulauan Riau (Kepri)  akan memanggil dinas terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri untuk membahas Upah Minimum Provinsi (UMP) ..