Polda Kepri Gagalkan Upaya Penyelundupan 90.765 Ekor Benih Lobster
Jumat, 10/08/2018 16:42:40
Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi saat konferensi pers di Pulau Abang. (Foto: Humas Polda Kepri)

BATAM, KABARBATAM.com- Kepolisian Daerah (Polda) Kepri berhasil mengungkap kasus tindak pidana perikanan berupa Benih Lobster/Benur (Paranulis Spp) di Jl Gajah Mada, Batam (depan SouthLink Golf) dan Pasar Cipta Puri Kel. Tiban Kec. Sekupang Kota Batam, Selasa, 7 Agustus 2018. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol s Erlangga. 

Pengungkapkan kasus tersebut bermula, pada Selasa, 7 Agustus 2018, Tim Ditreskrimsus Polda Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya pengantaran benih lobster/benur (panulirus spp) dari Surabaya ke Kota Batam melalui Bandara Hang Nadim.

Dalam kegiatan konferensi pers di Pulau Abang, Galang, Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi mengatakan bahwa benih lobster tersebut akan diselundupkan ke Singapura. Polisi berhasil mengungkap kasus itu saat terlapor mendarat langsung membawa 6 buah koper menuju Pasar Cipta Puri di Kel. Tiban Kec. Sekupang.

"Pelaku menumpang dua unit taxi. Saat kendaraan melintas di Jl. Gajah Mada, Batam, tim memberhentikan satu unit taxi dan menemukan adanya dua buah koper yang dibawa oleh Sdr. Zainul Ansori diduga berisikan benih lobster/benur (panulirus spp.)," ungkap Kapolda.

Dari keterangannya, diketahui ada dua orang lain yaitu Sdr. Moh Kufran dan Sdr. Irfan Rofiudin sudah berada di Pasar Cipta Puri yang merupakan lokasi penjemputan Benih Lobster. Setelah diamankan dan dilakukan penghitungan oleh pihak Karantina Ikan ditemukan sebanyak ± 90.765 ekor benih lobster/benur (panulirus spp.).

"Benih tersebut dikemas dalam kantong plastik dengan rincian 87.105 jenis pasir dan 3.660 jenis Mutiara," ungkap Kapolda. 
Adapun barang bukti yang disita, yakni enam koper berisi 90.765 ekor benih lobster dengan rincian; Koper 1: 15.288 ekor Benih Lobster jenis Pasir. Koper 2: 15.568 ekor Benih Lobster jenis Pasir.
Koper 3: 16.632 ekor Benih Lobster jenis Pasir.

Koper 4: 15.456 ekor Benih Lobster jenis Pasir. Koper 5: 11.161 ekor Benih Lobster jenis Pasir dan mutiara, dan Koper 6: 16.660 ekor Benih Lobster jenis Pasir. Termasuk enam lembar label bagasi, enam buah koper, tiga lembar tiket Pesawat Lion Air JT 971 Tujuan Surabaya – Batam atas nama penumpang inisial Z A, M K dan I R.

"Selain itu, tim juga menyita barang bukti uang tunai Rp1.800.000, dan empat unit telepon genggam atau HP," ungkap Didid. 

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) Undang-undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 KUHP, jo pasal 3 (a) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 01/PERMEN-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp) Kepiting (scylla spp.) dan Rajungan (portunus pelagicus spp)

“Setiap orang yang dengan sengaja memasukkan, mengeluarkan, mengadakan, mengedarkan dan/atau memelihara ikan, sumber daya ikan, dan/atau lingkungan sumber daya ikan ke dalam dan/atau ke luar wilayah pengelolan perikanan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah),” tegasnya.

Akibat perbuatan para tersangka, negara dirugikan Rp13.600.000.000. Sekadar diketahui, nilai ekonomis benih lobster di pasaran; 90.765 ekor X @Rp 150.000. (wan)



Editor  : Anwar
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada perusahaan PMA yang telah berkonstribusi dalam membangun dan memajukan perekonomian ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..