10 Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan di Perairan Natuna dan Batam
Selasa, 21/08/2018 13:44:34
KIA asal Vietnam ditenggelamkan di perairan Sabang Mawang, Kab Natuna. (Foto: Afrizal/Kabarbatam.com)

NATUNA, KABARBATAM.com- Pangkalan TNI Aangkatan Laut (Lanal) Ranai melakukan penindakan penenggelaman sebuah Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam, Senin (20/8/2018). Kegiatan ini serentak dilakukan di 11 lokasi di wilayah Indonesia. Termasuk terdapat 9 kapal di antaranya ditenggelamkan di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Seluruh kapal ikan asing yang ditangkap jajaran Lanal Ranai bersama tim gabungan dari KKP merupakan hasil operasi penindakan pelaku tindak pidana ilegal fishing di perairan ZEE Indonesia. Operasi ini dilakukan oleh unsur KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) dan TNI Angkatan Laut.

Pelaksanaan penenggelaman tersebut dilaksanakan secara serentak dengan kendali Komando langsung dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan ibu Susi Pudjiastuti, selaku Dansatgas 115 yang berada di Bitung.

Pelaksanaan diawali upacara penandatanganan Berita Acara serah terima barang bukti KIA Vietnam yang berkekuatan hukum tetap dari Kajari Natuna Juli Isnur S.H., M.H kepada Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan S.E, bertempat di Kejari Natuna.  

Kajari Natuna mengatakan, Kejaksaan RI mempunyai tugas dan wewenang sebagai eksekutor dalam pelaksanaan kegiatan pemusnahan dan penenggelaman barang bukti kapal penangkapan ikan secara ilegal/ilegal fishing yaitu pasal 270 KUHAP, Pasal 30 ayat 1 UU no 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan dan Perpres nomor 115 tentang Satuan Tugas Penangkapan Ikan secara Ilegal/ilegal fishing.

Adapun jenis kapal ikan pelaku tindak pidana perikanan ilegal fishing tersebut terbuat dari kayu, besi dan fiber, dengan berbagai ukuran yang saat ini terkumpul di 11 pelabuhan masing-masing daerah dimana penenggelaman kapal akan dilaksanakan secara serentak. 
Barang bukti kapal ikan pelaku tindak pidana perikanan ilegal fishing yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap/inkrah dengan amal putusan barang bukti serta penetapan pengadilan. Kapal ikan pelaku tindak pidana ilegal fishing dirampas untuk dimusnahkan dan selanjutnya barang bukti ditenggelamkan. 

Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. dalam sambutannya, menyampaikan, kegiatan pemusnahan yang dilakukan dengan cara ditenggelamkan ini dilakukan secara serentak di 11 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Danlanal Ranai dalam hal ini mendapat tugas dari Satgas 115 dan dari Kasal untuk melakukan penenggelaman kapal yang telah diserahkan dari Kajari Natuna. "Semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan aman, lancar dan sesuai dengan yang di harapkan," ujarnya.  

Dirjen Tangkap PSDKP Zulfikar menyampaikan bahwa proses yang sudah dilakukan secara hukum terkait pelaku tindak pidana perikanan ilegal fishing yang selanjutnya akan dilakukan penenggelaman secara serentak di 11 lokasi di wilayah Indonesia, Senin 20 Agustus 2018 sekitar pukul 09.00 WIB. 

"Penghargaan juga kami berikan kepada seluruh pihak termasuk dari Kejaksanan Negeri, Kajagung, Lanal Ranai, PSDKP dan seluruh jajaran yang terlibat sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik," ujarnya.  

Selanjutnya pada pukul 06.45 Wib, Danalanal Ranai beserta rombongan menuju Faslabuh Selat Lampa untuk selanjutnya melaksanakan kegiatan penenggelaman serentak dengan komando langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. 

Pada pukul 09.00 WIB, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan S.E bersama Bapak Zulfikar Dirjen Tangkap PSDKP, Sandi dari Kejagung, Kajari Juli Isnur S.H., M.H, Kepala Pengadilan Negeri Kelas II Bp Kusman, Kakanim Kelas II Bp. Napis, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Danlanud Kolonel Pnb Prasetiya Halim.

Wakapolres Kompol Renan, Kadisops Kapten Ilham, Wadanyon Komposit Kapten Inf Alse, Ka Syahbandar Bp Liber, Dinas perikanan Bp Solikin, HNSI Bp Zaenudin, Camat Pulau tiga, Kadishub Bp Iskandar, Kasat Polair Iptu Zulkarnain dengan menggunakan Searider 01, 02 dan Kp Napoleon PSDKP Tg. Kumbik menuju lokasi penenggelaman di perairan Sabang Mawang Pulau Tiga. 

Selanjutnya pada Pukul 10.15 Wib, dilakukan proses penenggelaman secara simbolis terhadap 1 buah KIA Vietnam BV 0627 TS di lokasi penenggelaman perairan Sabang Mawang dengan disaksikan Dirjen Tangkap Psdkp, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, Sesdit Psdkp, serta tamu undangan yang hadir. 
 
Adapun sembilan KIA yang ditenggelamkan di Batam, yakni satu kapal asal Thailand, lima kapal asal Malaysia, dan sisanya merupakan kapal asal Vietnam. Dengan rincian, empat kapal ditangkap oleh Polri dan lima kapal ditangkap oleh KKP. (zal)


Editor  : Anwar
Tags
   
   natuna
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada perusahaan PMA yang telah berkonstribusi dalam membangun dan memajukan perekonomian ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..