Baca Gurindam 12, Jaksa Agung: Karya Ini Punya Makna yang Sangat Dalam
Minggu, 23/09/2018 20:15:51
Penabalan gelar Adat Datok Wira Amar Adiwangsa kepada HM Prasetyo di gedung daerah Tanjungpinang, Provinsi Kepri. (Foto: Humas Pemprov Kepri)

TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Kehadiran Jaksa Agung RI HM Prasetyo disambut hangat oleh Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Dalam kunjungannya, HM Prasetyo mendapat gelar kebesaran dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Sabtu (22/9/2018) malam.

Penabalan gelar Adat Datok Wira Amar Adiwangsa kepada HM Prasetyo di gedung daerah berlangsung khidmat. Terhadap gelar adat ini, Prasetyo mengatakan ini adalah sejarah paling bahagia dia bersama pasangannya. Karena diberi amanah menjadi keluarga besar masyarakat Melayu Kepulauan Riau (Kepri).

“(Gelar adat) Ini sesuatu suka cita saya bersama istri. Ini menjadi kesan yang tak terlupakan bagi saya,” kata Prasetyo. Begitu juga rombongan sangat berkesan terhadap tanah Melayu Kepulauan Riau. Seperti Gurindam 12 yang sangat besar makna dan kaidah-kaidah yang bijak dan mulia, baik agama, budi pekerti, dan pesan karomah.

Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo juga membaca beberapa bait Gurindam 12 karya Raja Ali Haji yang sangat tersohor di muka bumi, dimana sangat dalam makna dan pesannya. “Inilah yang menjadi perenungan saya. Karena karya ini bukan saja alunan tapi makna problematika kehidupan yang sangat tegas, dengan menyentuh hati yang sangat dalam,” pesan Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa adat istiadat Melayu memang sederhana dan bersahaja tapi sangat mempersona membuat kebesaran dan keagungan sangat lah terpancar di Kepulauan Riau ini. “Sangatlah menakjubkan dan memukau saya dan rombongan ketika menginjakkan kaki pertama kali di Tanah Melayu Kepri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan kegiatan penabalan gelar kebesaran ini adalah momen yang sakral serta bertujuan menjadi acuan dan insan yang dipercaya ke depan agar Kepulauan Riau dapat lebih baik dan maju bersamaan dengan hajat yang besar.

“Inilah tanda-tanda bertuah bagi Kepri, dipilihnya Jaksa Agung untuk datang ke bumi Melayu ini bersamaan dengan HUT ke-16 Kepri,” ungkap Nurdin.

Gubernur sendiri hadir bersama Istri Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H Isdianto beserta Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah berserta Istri Hj Rismarini Arif Fadillah, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Bupati Natuna Hamid Rizal, FKPD dan Kepala OPD, Jajaran Lembaga Adat Melayu, beserta tamu undangan lainnya.

Menurut Nurdin, dengan penabalan ini Jaksa Agung akan menjadi bagian dari masyarakat Melayu Kepri, yang sudah berkontribusi untuk kemajuan negeri ini, tentu menjadi yang sangat dibanggakan.
“Dalam rangkaian kegiatan Jaksa Agung, beliau sempatkan membantu saudara-saudara kita dengan mengadakan bhakti sosial yakni operasi katarak,” lanjut Nurdin.

Di kesempatan ini, Gubernur berharap agar Jaksa Agung RI dapat membantu ke para stakeholders di pusat untuk menjembatani permintaan yang sudah diajukan oleh Pemprov Kepulauan Riau.

Apalagi dalam Nawacita Presiden yang akan menjadikan Indonesia poros maritim dunia, di sini Gubernur sampaikan bahwa perlunya Undang-Undang daerah kepulauan. Apalagi, Kepri mendapat kepercayaan memimpin beberapa daerah kepulauan. Maka harapan yang besar agar undang-undang tersebut sudah bisa di sahkan tahun 2019 ini.

“Kami ingin bapak membantu, agar masyarakat Kepri sejahtera. Dengan ini kami meminta kepada bapak agar mau memperjuangkan pembangunan jembatan Bintan–Batam dan Undang-Undang Daerah Kepulauan. Anggaplah adek meminta kepada abangnya,” pungkas Nurdin.

Memimpin penabalan, Ketua LAM Kepri H Abdul Razak menyampaikan rasa terima kasih masyarakat Kepri atas kehadiran Jaksa Agung RI bersempena HUT ke-16 Kepri. 

LAM juga berharap agar lembaga yang dipimpin Jaksa Agung dapat berperan serta menekan tindak pidana di Tanah Air, agar keamanan di tengah masyarakat aman dan terkendali. "LAM juga mengapresiasi kejaksaan yang banyak menyelamatkan kekayaan negara sampai triliunan rupiah. Dan ini menjadi perhatian khusus LAM terhadap kinerja yang bagus dari kejaksaan,” kata Razak.

Penabalan  berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembacaan warkah petuah istiadat 12 Muharram 1440 H berdasarkan SK Nomor 14 Tahun 2018, kemudian pemasangan tanjak oleh Ketua LAM Kepri, dilanjutkan dengan pemasangan selempang oleh Gubernur Kepri dan ditutup dengan pemasangan keris oleh Wakil Gubernur Kepri. (*)



Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   advetorial
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada perusahaan PMA yang telah berkonstribusi dalam membangun dan memajukan perekonomian ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..