Ribuan Warga Memadati Bandara Minta Dievakuasi Keluar dari Palu
Senin, 01/10/2018 21:44:22
Warga antre untuk dievakuasi menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). (Foto: antaranews.com)

JAKARTA, KABARBATAM.com- Ribuan warga Palu memadati Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, Sulteng, Senin (1/10/2018). Ribuan warga tersebut meminta naik ke pesawat hercules milik TNI untuk dievakuasi keluar dari Kota Palu pasca-gempa bumi 7,4 magnitudo dan tsunami pekan lalu. 

"Jumlahnya besar ya antara yang ingin ikut dengan pesawatnya sangat tidak seimbang. Walaupun kami sudah dipersilakan teratur," ujar Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Jumat (1/9/2018). 

"Tetapi makin lama makin banyak karena dari mulut ke mulut mengatakan ada penerbangan gratis dari TNI AU. Nah banyaklah datang ke bandara. Kelihatannya memang jadi rusuh tetapi tadi sudah dapat dijelaskan," kata Wiranto. 

Wiranto sempat melihat warga yang datang ke bandara saat mengunjungi Palu belum lama ini. Ia mengatakan, warga yang datang ke bandara kebanyakan masyarakat pendatang. Mereka trauma pasca musibah gempa dan tsunami sehingga ingin meninggalkan Kota Palu. 

Lantaran belum ada penerbangan komersial, akhirnya mereka datang ke bandara ingin naik hercules. Padahal, pesawat hercules digunakan untuk mengangkut bahan makanan, personel, dan kebutuhan lainnya dari Jakarta, Makassar, dan Balikpapan. TNI akhirnya memberikan izin warga untuk naik ke hercules karena jumlahnya yang sangat banyak di bandara. 

Akan tetapi, tak semua warga yang bisa diangkut, TNI hanya memprioritaskan warga yang sakit untuk naik ke pesawat. Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membenarkan ribuan warga berkumpul di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu sehingga sempat mengganggu operasional pesawat hercules milik TNI. 

Panglima mengungkapkan, ribuan warga itu ingin keluar dari Palu dengan naik ke pesawat hercules yang ada di Bandara Mutiara Sis Al Jufri. "Iya itu mau naik hercules ada 3.000-5.000 orang tapi sudah beres (masalahnya), hercules sudah bisa terbang," ujar Panglima TNI.

Kerahkan 2.000 Personel Polri

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan menambah personel guna membantu daerah pascabencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

"Sekarang sudah mulai banyak pasukan datang. Dari Polri sendiri kita rencanakan akan mengirim antara 1.500 sampai 2.000. Yang sekarang baru masuk itu lebih kurang 400 personel Brimob," ucap Tito di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Dia menampik bahwa di Palu terjadi penjarahan. "Bukan penjarahan, mereka itu lapar," kata Tito. Meski demikian, dia memastikan akan meningkatkan pengamanan. Namun, kuncinya untuk mengimbau masyarakat untuk selalu taat hukum.

"Kita akan meningkatkan pengamanan, tapi sebetulnya solusinya bukan kita melakukan kekerasan kepada masyarakat. Tetap kita imbau mereka untuk mengindahkan hukum," jelas Tito. (*)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   daerah
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Dalam menjalin konektivitas bersama masyarakat membangun kebersamaan dan membangun kreativitas para kawula muda, BP Batam akan membuka acara BP Batam Pesta Komunitas Ajang ..
KEPRI
ANAMBAS, KABARBATAM.com- Upaya pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kapal Puskel Pemkab Anambas yang tenggelam, Kamis (11/10/2018) malam di perairan Dusun Etang, Anambas, Provinsi ..