Ditpolairud Polda Kepri Tangkap Kapal Bermuatan 100 Kg Bahan Peledak
Selasa, 02/10/2018 21:53:18

BATAM, KABARBATAM.com- Kapal Motor (KM) tanpa nama yang dinakhodai La Ludin ditangkap oleh kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri di perairan Tanjung Kalang, Kabupaten Bintan. Kapal tersebut mengangkut bahan peledak, terdiri empat karung pupuk dan tiga buah detonator bakar. Muatan itu tanpa dilengkapi dokumen yang sah.  

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengungkapkan, penyitaan terhadap empat karung pupuk bahan peledak dan detonator itu berawal saat Kapal Patroli XXXI-1005 Ditpolairud Polda Kepri melakukan patroli rutin di sekitar perairan Bintan. 

Ketika melintas di perairan Tanjung Kalang, kata Erlangga, Tim Patroli menghentikan sebuah kapal motor (KM) tanpa nama yang dinakhodai oleh La Ludin. Selain La Ludin, kapal juga diawaki oleh seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Ardin. 

"Pemeriksaan terhadap kapal berlangsung pada, Kamis, 20 September 2018 sekitar pukul 07.30 WIB. Saat diperiksa, diketahui kapal itu berlayar dari Pelabuhan Pelni, Kijang, menuju perairan Pulau Numbing, Kabupaten Bintan," ujar Erlangga.

Petugas kemudian memeriksa muatan di atas kapal. Dalam pemeriksaan itu, sambung Erlangga, polisi menemukan muatan kapal berupa bahan peledak. Terdiri dari empat karung pupuk bahan peledak dan tiga buah detonator bakar. "Saat kami minta dokumen atau manifes kapal, nakhoda tak bisa menujukkan ke petugas Ditpolairud," ujarnya. 

Empat karung bubuk bahan peledak yang disita polisi seberat 100,8 kilogram (kg). Karena tak memiliki dokumen yang sah, kapal dan barang bukti dibawa ke dermaga Ditpolairud Polda Kepri di Sekupang, Kota Batam untuk pengembangan lebih lanjut.

"Hasil pemeriksaan terhadap nakhoda kapal, bahan peledak berupa empat karung bubuk dan tiga detonator bakar tersebut akan digunakan untuk mengebom ikan. Dalam kasus ini, nakhoda kapal ditetapkan sebagai tersangka," pungkas Erlangga. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. Dalam kasus ini, Polda Kepri juga mengungkap kasus Perlindungan pekerja migran Indonesia dan kasus dugaan BBM ilegal. (*)


Editor  : Anwar
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada perusahaan PMA yang telah berkonstribusi dalam membangun dan memajukan perekonomian ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..