Batam Kembali Kedatangan Investor Asing, Tanamkan Investasi Senilai USD100 Juta
Rabu, 10/10/2018 00:49:55
Ketua Umum Kadin Provinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana. (Foto: kumparan)

BATAM, KABARBATAM.com- Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam kembali akan kedatangan investor asing untuk menanamkan modalnya. Investor asal Taiwan tersebut akan membangun industri daur ulang plastik untuk dijadikan selimut, pakaian, kemeja, selendang, dan tas belanja. 

Nilai investasi yang ditanamkan terbilang besar yakni mencapai USD 100 juta.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana, mengatakan bahwa Batam kembali akan kedatangan investor asing. Penanaman Modal Asing (PMA) besar yang akan menanamkan modalnya di Pulau Batam tersebut yakni, salah satunya Daai Technology Co, Ltd. 

"Nilai investasinya mencapai USD 100 juta. PMA tersebut merupakan joint investasi antara China dan Jepang. Industri dan investasi ini membutuhkan lahan sekitar 10 hektare, dengan jumlah tenaga kerja yang akan dibutuhkan mencapai 10 ribu orang lebih," ungkap Maruf, Selasa (9/10/2018). 

Maruf mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam tahap negoisasi untuk membahas rencana investasi industri daur ulang plastik tersebut di Pulau Batam. "Kami saat ini dalam tahap negoisasi dan berharap investasi ini dapat segera terealisasi," ujarnya. 

Di negara asalnya, di Taiwan, perusahaan atau industri daur ulang plastik tersebut mampu memproduksi lebih dari 3.000 selimut per hari. Dengan teknologi yang dimiliki, perusahaan ini mampu mendaur ulang plastik menjadi produk pakaian yang berkualitas.

Perusahaan tersebut juga sering dikujungi mahasiswa setempat untuk mempelajari teknologi daur ulang plastik yang mampu menghasilkan produk selimut, kemeja, pakaian, dan tas yang  berkualitas. 
 
Sekadar diketahui, iklim investasi di Kepri mulai bergairah lagi dengan masuknya beberapa investor asing. Investor tersebut bahkan mulai membangun pabriknya dan mendatangkan mesin-mesin agar bisa segera berproduksi. Kawasan-kawasan industri barupun, seperti di daerah Kabil, Punggur, mulai gencar dibangun.  
 
Dampak dari masuknya para investor baru atau PMA tersebut, yakni pertumbuhan ekonomi di Kepri mulai meningkat. Pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini tumbuh mencapai 4,7%. Dan ditargetkan mampu menyentuh angka 5% pada akhir tahun 2018.(*)




Editor  : Anwar
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Harapan besar muncul terhadap Batam International Culture Carnival (BICC) 2018. Perhelatan yang masuk dalam 100 Calender of Event (CoE)Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..