Komisi VI DPR RI Kunjungi BP Batam, Dukung Batam Jadi Pusat Logistik Terbesar di Asia
Rabu, 10/10/2018 20:31:58
Kunjungan kerja spesifik Komisi VI DP RI ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (10/10/2018). (Foto: Humas BP Batam)

BATAM, KABARBATAM.com- Konsep pengembangan Batam sebagai pusat logistik nasional dan pusat perawatan pesawat terbesar di Indonesia, mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VI DP RI ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (10/10/2018).  

Pertemuan yang berlangsung di ruang presentasi Gedung Marketing Center BP Batam, dalam rangka meninjau proyek strategis BP Batam Tahun 2018 dan rencana pengembangan program tahun 2019. 

Pertemuan Komisi VI DPR RI yang dipimpin oleh Teguh Juwarno dari Fraksi PAN diterima oleh Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dengan seluruh jajaran deputi dan pejabat eselon II BP Batam. Konteks kunjungan kerja spesifik ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang realisasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan dan rencana, serta program pembangunan Pulau Batam ke depan.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memaparkan sejumlah proyek stategis BP Batam yang beberapa di antaranya akan rampung. Seperti; pengembangan dermaga curah cair kabil (66,22% pengerjaan sedang berlangsung), pengembangan gedung dan fasilitas pelayanan kesehatan RSBP Batam, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP).

"Termasuk rencana pembangunan jalan kolektor di enam kawasan industri di Batam," paparnya Lukita. Lukita menyampaikan bahwa pada Triwulan II/2018 perekonomian Kepri yang ditopang oleh perekonomian Batam secara gradual sudah mulai menunjukkan peningkatan hingga mencapai 4,51%.

Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2017  melemah di angka terendah sebesar 1,06%. Diharapkan peningkatan ini akan terus menguat sehingga perekonomian mampu tumbuh di atas 5% sehingga target pertumbuhan minimal 5% pada 2018 bisa terwujud.

Rancang Bangun Konsep pengembangan Batam sebagai pusat logistik nasional dan pusat perawatan pesawat terbesar di Indonesia juga menjadi bahasan menarik dalam kunjungan kerja kali ini. 

Dikatakan Lukita, Batam memiliki posisi yang strategis karena terletak di tepi selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan tersibuk kedua di dunia dimana dalam setahun terdapat lebih dari 60.000 kapal melintasi Selat Malaka. Jumlah itu hampir 3 kali Terusan Panama dan lebih dari 2 kali lipat dari Terusan Suez. 

Dengan memaksimalkan potensi kedekatan Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Kabil untuk menjadi pusat e-commerce, pusat hub logistik dan pusat perawatan pesawat terbesar di Indonesia, maka Batam akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang luar biasa di pasar Asia Pasifik.

"Rancang bangun konsep Batam sebagai Hub Logistik akan menghubungkan Bandara Hang Nadim dengan pelabuhan dalam satu kawasan terpadu yang di dalamnya terdapat pusat bisnis, seperti kargo, logistik, strorage produk, pusat perbaikan pesawat dan kawasan industri," urainya.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI Teguh Juwarno mengatakan bahwa peran strategis Batam sebagai daerah terdepan Indonesia telah dibungkus secara apik dengan inisiatif BP Batam untuk menjadikan Batam sebagai Kawasan Logistik Nasional atau Hub Logistik di Pasar Asia.

Hal tersebut sangat memungkinkan dengan memanfaatkan keunggulan komparatif Bandara Hang Nadim dengan Pelabuhan dan Kawasan Industri yang posisinya berdekatan dan merupakan satu-satunya di Indonesia. 

Potensi ini apabila didukung dengan dukungan konkret dari pemerintah akan menjadi sumber pendapatan yang luar biasa, tidak hanya bagi Batam melainkan juga untuk nasional.
 
“Saat ini adalah era e-commerce, kalau itu logistiknya bisa ada di Batam dan industri pesawat terbesar ada di sini, apabila itu sama-sama kita wujudkan maka akan menjadi sumber ekonomi yang luar biasa,” tutur Teguh. Komisi VI DPR RI akan memberikan dukungan terhadap konsep pengembangan Batam ke depan. 

“Sebagaimana cita-cita awal Habibie, maka kita wajib mengembalikan wujud Batam yang sebenarnya,” imbuhnya. Teguh menambahhkan, ke depan harus diadakan rapat bersama untuk menyelesaikan hambatan perizinan di wilayah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam yang masih terkendala kaitanya dengan regulasi perizinan dari kementerian terkait.

Sejumlah kendala yang berkaitan dengan komponen perizinan dan konsep pengembangan Bandara Hang Nadim dan infrastruktur pelabuhan di Batam akan menjadi bahan laporan bagi Komisi VI DPR RI sebagai rekomendasi arah kebijakan Batam ke depan.

Usai kunjungan kerja ini, rombongan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah proyek strategis yang telah dipaparkan BP Batam seperti Proyek Pembangunan Dermaga Curah Cair Kabil. (*)


Editor  : Anwar
Tags
   
   bp-batam
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Dalam menjalin konektivitas bersama masyarakat membangun kebersamaan dan membangun kreativitas para kawula muda, BP Batam akan membuka acara BP Batam Pesta Komunitas Ajang ..
KEPRI
ANAMBAS, KABARBATAM.com- Upaya pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kapal Puskel Pemkab Anambas yang tenggelam, Kamis (11/10/2018) malam di perairan Dusun Etang, Anambas, Provinsi ..