Kapal Puskel Tenggelam di Perairan Siantan, 4 Orang Meninggal dan 2 Orang Hilang
Jumat, 12/10/2018 14:56:36
Kapal cepat Puskesmas Keliling (Puskel) Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau (Keprei) tenggelam saat betolak dari Tarempa menuju Desa Nyamuk, sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (11/10/2018) malam kemarin.

ANAMBAS, KABARBATAM.com - Kapal cepat Puskesmas Keliling (Puskel) Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau (Keprei) tenggelam saat betolak dari Tarempa menuju Desa Nyamuk, sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (11/10/2018) malam kemarin.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Natuna Amiruddin mengatakan dari kejadian ini empat orang penumpang dikabarkan meninggal dunia, dua orang hilang dan lima orang penumpang selamat.

"4 orang yang meninggal yakni Izhar (PNS Puskesmas Nyamuk), Anak perempuan Almarhum Izhar umur 6 tahun, Anak laki-laki saudara Eko umur 6 tahun (Eko PNS Puskesmas Nyamuk) dan Rindang (PTT Kemenkes tugas di Puskesmas Nyamuk)," kata Amiruddin.

Dua korban yang belum ditemukan atas nama Ibrahim (Nahkoda Puskel) dan Rohidah Istri Eko (PTT Puskesmas Nyamuk).

"Sementara 5 korban yang selamat yakni Eko (PNS Puskesmas Nyamuk), Sari (PTT Puskesmas Nyamuk ), Yuliana istri Izhar, Anak izhar laki-laki umur 3 tahun dan Ibunya Almarhum Izhar, yang kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Tarempa," jelasnya.

Untuk lokasi kejadian, Amiruddin mengatakan 6,3 mill atau tepatnya pada posisi 03°10.594 Utara-106°19.098 Timur di perarairan selat Aetang Kec Siantan Timur, Kabupaten Anambas saat kembali ke desa Nyamuk.

"Sampai saat ini personil gabungan masih melakukan pencarian dan pencarian ini akan terus dilakukan hingga pukul 18.30 WIB," ungkapnya.

Untuk penyebab kejadian ini, Amiruddin mengaku begitu mengetahuinya karena korban yang selamat belum bisa dimintai keterangan.

"Namun informasi yang didapat kecelakaan ini akibat nakhoda berusaha menghindar dari batang kayu yang hayut di permukaan laut tersebut, yang mengakibatkan bagian depan kapal puskel terangkat hingga mengakibatkan kapal terbalik," terangnya.

"Selain menghindar batang kayu yang hanyut, kecelakaan ini juga disebabkan dari jumlah penumpang yang melibihi kapasitas. Seharusnya kapal ini hanya bisa membawa 9 penumpang, namun dipaksakan hingga 11 penumpang," katanya menambahkan. (mau)


Editor  : Satriyo
Tags
   
   anambas
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan penghargaan dan apresiasi kepada perusahaan PMA yang telah berkonstribusi dalam membangun dan memajukan perekonomian ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..