Pengusaha: Idealnya Rupiah Berada di Rp14.000 - Rp 15.000 per Dolar AS
Senin, 15/10/2018 16:18:46
Ilustrasi

KABARBATAM.com - Dato Sri Tahir, seorang pengusaha nasional baru saja menukarkan mata uang asing miliknya ke rupiah. Tahir mendatangi Bank Indonesia (BI), Senin (15/10/2018), dan menukarkan uang senilai USD93 juta dan SGD55 juta ke rupiah. 

Uang yang ditukarkan Tahir adalah uang milik pribadinya, bukan milik korporasi, yang jumlahnya setara Rp2 triliun lebih.  CEO Mayapada Grup ini berharap keputusannya tersebut dapat membantu penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini tengah terdepresiasi.

"Ini uang pribadi, tidak ada kaitannya dengan korporasi. Jumlahnya setara dengan Rp2 triliun, lebih sedikit," ujar Tahir, di Menara Thamrin, Bank Indonesia. Pria yang lahir di Surabaya, 26 Maret 1952 ini mengatakan, uang yang ditukarkan tersebut nantinya bakal disetor sebagai suntikan modal untuk memperkuat Bank Mayapada. 

Menurut Tahir, saat ini rupiah masih dalam keadaan mencari posisi terbaik sehingga lebih baik untuk mengembalikan simpanannya dari luar negeri kembali ke Indonesia. 

Pemimpin Mayapada Group ini menyebutkan, idealnya posisi nilai tukar rupiah berada di level Rp14.000 - Rp15.000. Sementara saat ini rupiah sudah beberapa hari berada di atas 15.000. "Rupiah itu (bagusnya) antara 14.000 - 15.000, memang harusnya di sana," kata Tahir.

Kendati demikian, dia menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah bukan karena memburuknya ekonomi Indonesia, melainkan disebabkan dolar AS yang menguat di luar kendali dan tanpa saingan.

"Artinya bukan kita lemah, artinya dolar jadi kuat, yang lemah bukan hanya kita, China juga dan currencies (mata uang) yang lain juga melemah, tidak ada yang kuat," ujarnya. Tahir juga mengapresiasi upaya pemerintah menekan impor dalam rangka menjaga stabilitas rupiah di pasar.

"Pemerintah sudah melakukan beberapa tindakan. Di antaranya, mengurangi impor sifatnya konsusmtif itu harus dikurangi," kata dia.
Konglomerat ini memilih untuk menyetor modal ke Bank Mayapada dalam mata uang rupiah ketimbang dolar. Sebelumnya, Tahir mengaku sempat berencana melakukan aksi korporasi di Singapura dan telah membayar pajaknya sebesar 4%.

"Tapi enggak masalah, walaupun sudah bayar 4%, kita kembalikan lagi ke Indonesia. Kami berharap pengusaha lain yang punya uang di Singapura juga ikut melakukannya, tidak perlu khawatir dengan perekonomian Indonesia," tandasnya.

Sekadar diketahui, Mayapada Group, sebuah holding company yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia. Unit usahanya meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/duty free shopping (DFS). Ia menjadi dikenal karena mampu menjadi orang terkaya ke-12 di Indonesia dan seorang filantropis yang mampu menyumbangkan USD75 Juta untuk kesehatan. (*)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   bisnis
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Acara pembukaan Kejuaraan Nasional Bandung Karate Club (BKC) 2018 bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dibuka dengan resmi oleh Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Usulan pengajuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan Tahun 2019 telah ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Bintan Apri Sujadi. Usulan UMK tersebut sebesar ..