Masyarakat Batam Diimbau Tak Panik terkait Antrean Panjang BBM di SPBU
Kamis, 15/11/2018 21:42:45
Kegiatan konferensi pers terkait kelangkaan BBM di Kota Batam, Provinsi Kepri,Kamis, 15 November 2018 sekira pukul 15.30 WIB di Pendopo Polda Kepri. (Foto: Humas Polda Kepri)

BATAM, KABARBATAM.com- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri mengimbau masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Batam agar tidak panik menyikapi situasi terkait antrean panjang BBM di beberapa SPBU di Kota Batam. 

Demikian disampaikan Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK saat melaksanakan kegiatan konferensi pers terkait kelangkaan BBM di Kota Batam, Provinsi Kepri,Kamis, 15 November 2018 sekira pukul 15.30 WIB di Pendopo Polda Kepri.

Konferensi pers ini dihadiri oleh: Dirreskrimsus Polda Kepri, . Kasubbagrenmin Bidhumas Polda Kepri, Kepala Region Pertamina Provinsi Kepri, Kadis Sosial yang diwakili oleh Kabid Fakir Miskin Kota Batam, Kadis UKM, Kadisperindag Kota Batam, Kadis Perhubungan Kota Batam, Kadis Perikanan Kota Batam, Kadis Pangan Kota Batam, dan para awak media. 

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur SIK mengatakan bahwa, tujuan Polda Kepri mengundang pihak terkait karena memang tugas Polda menjelaskan kepada masyarakat agar tidak panik. Kepolisian dalam hal ini bekerja sama dengan stakeholders untuk mengatasi situasi yang dialami saat ini yaitu panjangnya antrian BBM di beberapa SPBU di Batam.

Adapun penjelasan Kepala Region Pertamina bahwa, sesuai Undang-Undang No 22 tahun 2001, Pertamina ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan BBM jenis solar bersubsidi sesuai dengan kebutuhan Masyarakat.  

Terkait panjangnya antrean BBM belakangan ini adalah Pertamina sedang menormalisasi sesuai dengan kebutuhan real masyarakat, karena kami melihat dengan angka 89 kilo liter (KL) per hari untuk data kebutuhan di tahun 2017, pada tahun 2016 hanya 86 KL per hari dibandingkan dengan sekarang sebanyak 142 KL per hari pada September 2018.

"Angka itu terlalu tinggi, sehingga kita melakukan normalisasi di bulan Oktober sebanyak 119 Kilo liter per hari rata-rata," ujarnya.

Kepala Region Pertamina menambahkan, sesuai dengan Perpres 191 tahun 2014 sudah jelas bahwa dituangkan kriteria-kriteria konsumen yang boleh menggunakan solar bersubsidi. "Agar bersama-sama kita mengedukasi masyarakat terhadap produk non subsidi seperti Dexlite, agar masyarkat mendapatkan produk yang lebih bagus," ujarnya.

Dirreskrimsus Polda Kepri menambahkan, sebagai informasi bahwa pertumbuhan kendaraan di Kota Batam hasil koordinasi dengan Dit Lantas adalah berkisar di angka 2.000 sekian per bulannya. Kami menghimbau dan menjelaskan kepada masyarakat agar dapat tenang terhadap situasi seperti saat ini. 

Menyangkut upaya kepolisian yaitu saat melihat antrean panjang, Polda Kepri langsung proaktif melakukan pengecekan. Jika di dalam istilah kepolisian, hal seperti ini merupakan adanya potensi gangguan. Sebelum menjadi ambang gangguan, apalagi gangguan nyata, oleh sebab itu kita lakukan pengecekan dan melakukan koordinasi dengan Pertamina. 

"Namun jika ada permainan di sana, kita akan melakukan penindakkan sesuai dengan ketentuan hukum dan jenis pelanggarannya," tegas Rustam Mansur. (*)


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Harapan besar muncul terhadap Batam International Culture Carnival (BICC) 2018. Perhelatan yang masuk dalam 100 Calender of Event (CoE)Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (8/12/2018). Realisasi ..