Pemeriksaan Dahnil Anzar Simanjuntak untuk Klarifikasi soal Dana Kemah
Sabtu, 24/11/2018 13:21:31
Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Pemuda Muhammadiyah dimintai keteangan oleh polisi terkait dana kemah. (Foto: net)

JAKARTA, KABARBATAM.com- Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Pemuda Muhammadiyah diperiksa polisi. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan, pemeriksaan Dahnil untuk mengklarifikasi laporan dugaan penyimpangan kasus dana kemah dan apel pemuda. 

Sekadar diketahui, kegiatan kemah ini diselenggarakan Kemenpora pada tahun 2017. "Sudah diperiksa, kita ambil keterangannya untuk mengklarifikasi karena ada laporan. Jadi kita ada laporan dari masyarakat, kita klarifikasi dan itu biasa," kata Irjen Idham di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

Dia menegaskan, polisi menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Tahapannya dimulai dari penyelidikan. "Nanti kalau memang sampai pada ujungnya harus naik dalam proses penyidikan, kita harus  lakukan. Tapi masih jauh," kata Idham. 

Dahnil usai diperiksa pada Jumat (23/11/2018) malam mengatakan inisiasi dibuatnya kegiatan bersama Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor berasal dari Menpora Imam Nahrawi. Imam, menurut Dahnil, ingin dibuatkan kegiatan bersama yang intinya dimaksudkan agar menunjukkan tidak ada konflik horizontal di masyarakat di tengah isu-isu negatif soal pemerintah. 

Mulanya PP Pemuda Muhammadiyah mengusulkan kegiatan pengajian akbar di 5 kota. Namun atas dorongan Kemenpora, kegiatan berubah menjadi apel dan kemah pemuda di Prambanan tahun 2017. 

"Kemudian dari situ, dari proposal yang disampaikan oleh timnya Mas Fanani (Ahmad Fanani), mewakili Pemuda Muhammadiyah, itu Pemuda Muhammadiyah diberikan fasilitasi untuk memobilisasi peserta sekitar Rp2 miliar. Nah sedangkan GP Ansor Rp3,5 miliar," ujarnya. 

Dahnil kecewa terhadap panggilan polisi yang seakan-akan terjadi dugaan tindak pidana korupsi. Sebab kegiatan apel dan kemah pemuda Islam dimaksudkan untuk membantu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat di tengah isu negatif yang menyerang pemerintah.

"Ada beberapa masalah yang bagi saya menyakitkan. Hari ini dipanggil tuduhan melakukan korupsi. Padahal sejak awal, komitmen kami ingin membantu pemerintah karena tuduhan anti-Islam segala macam, supaya meredam konflik horizontal dan macam-macam. Itu kemudian dijawab dengan niat baik. Ternyata kami dituduh macam-macam," paparnya. (*)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Dialog Investasi dengan para pelaku usaha di Batam, Jumat (15/2/2019). Dialog yang menghadirkan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Sejumlah Unsur KRI Jajaran Komando Armada (Koarmada) I TNI AL dalam sepekan terakhir berhasil menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing. Ke delapan kapal tersebut ..