Hindari 4 Komentar Ini agar Terbebas dari Jeratan Hukum
Selasa, 27/11/2018 21:06:32
Ilustrasi

KABARBATAM.com- Kehadiran media sosial membuat seseorang bebas mengekspresikan dirinya, termasuk menyatakan pendapatnya secara terbuka. Beragam komentar dan informasi pun dapat ditulis. Hal ini memberi dampak positif karena Anda bisa melek informasi dan mengikuti tren saat ini. 

Namun tahukah Anda bahwa medsos juga bisa memberikan dampak negatif jika anda tak mampu menggunakannya dengan bijak dan cerdas. Apalagi jika Anda sampai menulis status atau komentar yang tidak pada tempatnya, atau bahkan bernada kasar, ejekan, atau bahkan mengancam dan menyebar informasi bohong. 

Jika Anda termasuk netizen yang suka berkomentar kasar atau mengejek, bahkan menyebar berita bohong, sebaiknya berhenti mulai sekarang. Tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis komentar yang bisa membuat pelakunya terjerat masalah hukum, berikut 4 diantaranya:

1. Komentar Berisi Ancaman

Komentar yang bersifat mengancam dan meresahkan netizen bisa dilaporkan ke polisi. Komentar seperti itu disebut melanggar Pasal 29 UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Pengguna media sosial yang memberikan komentar bersifat mengancam dapat dikenai hukuman maksimal 4 tahun penjara dan denda Rp 750 juta sesuai Pasal 45B.

2. Menyebar Hoaks

Selain komentar berisi ancaman, komentar yang bertujuan untuk menyebar hoaks atau berita palsu juga dapat dikenai hukuman pidana. Hal itu telah tercantum dalam UU Nomor 1 Tahun 1945 Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan Pasal 15.

3. Komentar Suku Agama Ras dan Antar Golongan alias SARA

Komentar yang mengandung SARA dan ujaran kebencian terhadap suatu kelompok bisa dilaporkan ke polisi serta mendapatkan hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Hal itu dikarenakan mereka yang membuat komentar menyangkut SARA disebut melanggar UU ITE Pasal 28 ayat (2).

4. Komentar Body Shaming

Menghina fisik seseorang di media sosial ternyata juga bisa berujung di pidana lho. Mereka yang merasa dihinda secara fisik dapat melaporkannya ke polisi karena melanggar UU ITE serta perubahannya Pasal 45 ayat (3) dan pasal 27 ayat (3). Hukumannya pun tidak sembarangan yaitu penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp 750 juta. (*)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   hukum
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Sejumlah orang tua asuh yang berasal dari Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, memberikan beasiswa kepada 15 siswa MTs swasta di Tambelan.  Dana ..