Eka Tjipta Widjaja, Sikap Hidup dan Tempaan Membangun Bisnis Sinar Mas Group
Senin, 28/01/2019 18:33:42
Eka Tjipta Widjaja. (Foto: ngopibareng.id)

JAKARTA, KABARBATAM.com- Kabar duka datang dari dunia bisnis Tanah Air dengan meninggalnya Eka Tjipta Widjaja, pendiri sekaligus pemilik Sinar Mas Group. Eka Tipta meninggal dalam usia 98 tahun, pada Sabtu malam 26 Januari 2019 di kediamannya di Jakarta. Jenazahnya saat ini disemayamkan di rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Sekadar diketahui, Eka Tjipta Widjaja lahir pada 27 Februari 1921 di Quanzhou, China dengan nama Oei Ek Tjhong. Sembilan tahun menghabiskan hidupnya di kampung halaman, pada 1932 bersama dengan ibunya bermirasi ke Makassar menyusul ayahnya yang sudah terlebih dahulu sampai di sana.

Bakat bisnis yang dimiliki Eka Tjipta didapatkan dari ayahnya yang memiliki sebuah toko di Makassar masa itu. Dengan penuh kegigihan, Eka Tjipta kecil membantu ayahnya menjajakan dagangannya tersebut secara door to door.

Kala itu, di usianya yang masih 15 tahun, Eka Tjipta sudah berwirausaha menjajakan biskuit dan permen. Tanpa segan, dia berjualan dengan cara mengendarai sepeda di penjuru kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Eka Tjipta Widjaja hanya lulusan sekolah dasar, namun justru hal itu yang menjadi pelecut semangat usahanya. Alhasil, di usia matangnya dia menjadi sosok berpengaruh di Indonesia.

Berkat tangan dinginnya jualah Eka Tjipta sukses menjadi salah satu konglomerat dan orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan ditaksir mencapai USD8,6 miliar atau sekitar Rp120,96 triliun yang dihitung oleh Forbes, beberapa waktu lalu.

Kini sebagai sebuah brand, Sinar Mas Group menaungi sejumlah perusahaan dengan nilai korporasi dan sejarah yang sama, namun masing-masing dari mereka independen dengan manajemen tersendiri. 

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, antara lain; pulp dan kertas, agribisnis dan makanan, pengembang dan real estate, jasa keuangan, telekomunikasi dan data, serta energi dan infrastruktur. Belakangan, Sinar Mas juga memasuki ranah bisnis digital ventures.

Managing Director PT Sinarmas, Gandi Sulistiyanto, ikut merasakan tempaan tangan dingin Eka Tjipta Widjaja dalam berbisnis. Gandi Sulistiyanto mengaku mendapat banyak pelajaran berharga.

"Beliau itu orangnya sangat humble, rendah hati, sesuai dengan ideologi beliau menyebarkan ajaran bahwa orang harus peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, baik orang-orang terdekat maupun di sekeliling. Maka itu ditularkan dalam enam filosofi Sinar Mas," ucapnya.

Gandi menyebut, nilai-nilai luhur Sinar Mas meliputi; Integritas, Sikap Positif, Berkomitmen, Perbaikan Berkelanjutan, Inovatif, dan Loyal. Enam poin tersebut merupakan metamorfosis dari sikap hidup seorang Eka Tjipta Widjaja. Sebuah warisan sekaligus wasiat bagi para penerusnya kini hingga masa depan kelak.

Sederet perusahaan Sinar Mas Group satu per satu dibangun oleh Eka Tjipta Widjaja, mulai dari perusahaan pulp dan kertas, agribisnis, real estate, jasa keuangan, telekomunikasi hingga pertambangan. Eka Tjipta memulainya sejak tahun 1960 dengan perkebunan kopi dan karet serta dibentuknya CV Sinar Mas di Surabaya. Seluruh bisnisnya saat ini dimulai.

Bisnis yang dirintis selama lebih dari 80 tahun ini, saat ini memiliki enam pilar bisnis utama. Perusahaan-perusahaan ini sudah dikenal oleh masyarakat dan sudah menjadi perusahaan terbuka baik di dalam maupun di luar negeri.

Seluruh bisnisnya tersebut telah mengantarkan Eka menjadi orang terkaya nomor dua di Tanah Air. Ucapan belasungkawa atas meninggalnya Eka Tjipta Widjaja datang dari berbagai kalangan, di antaranya Sandiaga Salahudin Uno calon wakil presiden. 

Sandiaga menyambangi Rumag Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, tempat Eka Tjipta Widjaja disemayamkan. Sandi begitu pria ini biasa disapa, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pemilik kelompok usaha Sinar Mas Group tersebut.

"(Dia) Pengusaha memulai dari kecil sampai jadi seperti sekarang ini. Sempat bertemu dan diberitahu untuk usaha itu harus kerja keras, networking, banyak teman hingga usia 98 tahun. Apa yang beliau rintis bisa buka lapangan kerja, kita butuh lapangan usaha yang kuat pro lapangan kerja berkualitas, ini yang diyakini sebagai hal penting diserap dari dia hari ini," kata Sandiaga.

Selain Sandiaga, juga hadir sejumlah tokoh nasional dan juga menteri, seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin. Jonan menyambangi Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto. Dia melawat persemayaman jenazah Eka Tjipta Widjaja, yang meninggal pada Sabtu (26/1/2019).

Usai menengok jenazah Eka Tjipta Widjaja, Jonan sempat menyampaikan pesan dan kesan di hadapan awak media. "Beliau sudah berkiprah sekurangnya mungkin 75 tahun, ini tokoh hebat makanya kami datang beri penghormatan, disamping kami juga kenal dengan sebagian anggota keluarga dari perusahaan besar," ujarnya, Minggu (27/1/2019).

Jonan juga menilai, sosok Eka Tjipta Widjaja merupakan tokoh inspiratif. Ucapan belasungkawa juga datang dari segenap pejabat dan stakeholders di Tanah Air.

Hal itu tercermin dari banyaknya karangan bunga tanda ucapan turut berduka cita yang berjajar di tiap sudut Rumah Duka Sentosa RS Gatot Subroto di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019), lokasi Eka Tjipta disemayamkan.

Ratusan karangan bunga itu mayoritas datang dari sejumlah pengusaha di Indonesia. Ada juga dari Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiadmadja dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Selebihnya, terdapat nama-nama seperti Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Polisi Republik Indonesia (RI) Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, dan sejumlah menteri kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karangan bunga milik Habibie mendapatkan tempat spesial. Dengan ukuran minimalis namun elegan, karangan bunga dari Habibie diletakkan tepat di pintu masuk ruang persemayaman Eka Tjipta.

Jenazah Eka Tjipta Widjaja, pendiri sekaligus pemilik Sinar Mas Group, rencananya akan dikebumikan pada 2 Februari 2019 mendatang. Demikian disampaikan Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto.

Sebelum dimakamkan, mendiang terlebih dulu disemayamkan di rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jalan Abdul Rachman Saleh No. 24 - Senen, Jakarta Pusat. "Jenazah akan dikebumikan pada hari Sabtu depan tanggal 2 Februari 2019, jadi masih cukup banyak waktu bagi yang akan datang," ungkap Gandi.

Eka Tjipta Widjaja rencana diberangkatkan dari Jakarta menuju Karawang pada hari pemakamannya. Adapun lokasi pemakaman yakni makam keluarga yang terletak di Desa Marga Mulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Gandi menegaskan, Eka Tjipta wafat karena faktor usia. Tidak ada riwayat penyakit khusus yang diderita selama ini. Dikatakan, saat meninggal Eka Tjipta Widjaja sedang berada di kediamannya di Jakarta.

Dia pun mengaku, banyak pelajaran yang didapat dari mendiang. "Beliau itu orangnya sangat humble, rendah hati, sesuai dengan ideologi beliau menyebarkan ajaran bahwa orang harus peduli terhadap lingkungan dan masyarakat baik orang orang terdekat maupun di sekeliling. Maka itu ditularkan dalam enam filosofi Sinar Mas," ucapnya. (*)



Sumber  : CNBC Indonesia
Editor  : Anwar Sadat Guna
Tags
   
   bisnis
   
   nasional-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Dialog Investasi dengan para pelaku usaha di Batam, Jumat (15/2/2019). Dialog yang menghadirkan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Sejumlah Unsur KRI Jajaran Komando Armada (Koarmada) I TNI AL dalam sepekan terakhir berhasil menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing. Ke delapan kapal tersebut ..