Presiden Jokowi Perpanjang Masa Pensiun Tamtama dan Bintara TNI jadi 58 Tahun
Selasa, 29/01/2019 19:29:12
Presiden Jokowi didampingi Panglima dan Kapolri untuk sesi foto bersama di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Kompas.com)

JAKARTA, KABARBATAM.com- Presiden Joko Widodo mendorong restrukturisasi dan perubahan masa pensiun anggota TNI, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri di Istana Merdeka, Selasa (29/1/2019). 

Presiden Joko Widodo, atau akrab disapa Jokowi meminta perubahan masa pensiun bagi tamtama dan bintara. Sebelumnya, masa pensiun jabatan tersebut pada usia 53 tahun. Presiden menginginkan agar diubah menjadi 58 tahun.

"Kalau umur 53 tahun itu masih segar, masih produktif, Polri kan (pensiunnya) 58 tahun," ujar Jokowi usai membuka Rapim TNI-Polri di Istana Merdeka. 

Upaya pemerintah tersebut akan direalisasikan melalui revisi Undang Undang (UU) Nomor 34 tahun 2004. Jokowi mengatakan telah memerintahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) menyusun revisi UU tersebut. 

Selain masa pensiun, Jokowi juga mengungkapkan akan melakukan restrukturisasi TNI. Nantinya akan ada jabatan Perwira Tinggi (Pati) baru. "Jadi akan ada jabatan untuk Pati baru sebanyak 60 ruang, nanti bisa diisi dari kolonel untuk naik ke atas, ke jabatan bintang," terang Jokowi.

Tidak hanya pembenahan organisasi, persenjataan juga menjadi fokus kerja TNI. Hal itu termasuk pada berkembangnya teknologi. Perkembangan teknologi diakui Jokowi telah diaplikasikan oleh pihak keamanan di berbagai negara. Pemanfaatan teknologi tersebut akan memperkuat kemiliteran.

"TNI Polri ini perlu respon secara cepat dengan lebih menggiatkan lagi riset untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista)," jelas Jokowi. Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Jokowi juga menegaskan mengenai netralitas TNI dan Polri. Netralitas perlu dijaga untuk melancarkan Pemilu dengan situasi dan kondisi yang kondusif dan damai. 

Hal senada disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Panglima mengatakan, TNI masih membutuhkan personel bintara dan tamtama dalam menjalankan roda institusi. Oleh sebab itu, pihaknya mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar masa pensiun mereka diperpanjang dari yang sebelumnya 53 tahun menjadi 58 tahun. 

" Pensiun di usia 53 tahun kan sayang, padahal masih segar, masih muda. Bisa kita gunakan di staf atau kegiatan lainnya," ujar Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/1/2019).(*)


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   nasional-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Dialog Investasi dengan para pelaku usaha di Batam, Jumat (15/2/2019). Dialog yang menghadirkan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Sejumlah Unsur KRI Jajaran Komando Armada (Koarmada) I TNI AL dalam sepekan terakhir berhasil menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing. Ke delapan kapal tersebut ..