Kejari Musnahkan Narkoba dan Barang Ilegal Lainnya, Ini Curhat Kajari ke Wakil Walikota Batam
Kamis, 07/02/2019 20:07:47
Kajati Edy Berton bersama Wakil Wali Kota Batam, dan unsur pimpinan FKPD hadir dalam pemusnahan barang bukti narkoba di Kejari Batam. (Foto: Kabarbatam.com)

BATAM, KABARBATAM.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batam melakukan pemusnahan barang bukti narkoba, obat dan kosmetik ilegal, minuman beralkohol, handphone, dan barang ilegal lainnya di halaman Kejari Batam, Kamis (7/2/2019).

Kepala Kejari (Kajari) Batam Tri Hariyadi mengatakan, seluruh barang bukti tindak kejahatan yang dimusnahkan sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. "Sudah mendapatkan putusan pengadilan. Barang bukti lain yang ikut dimusnahkan yakni beberapa mesin gelanggang permainan," ujarnya. 

Adapun barang bukti yang dimusnahkan yakni; 4.313,26 gram (sekitar 4,3 kg) sabu dan heroin, 7.387 butir ekstasi, 857,28 gram ganja kering, 32.971 kotak obat tanpa izin edar, 90.409 kotak kosmetik ilegal, 4.642 handphone, tujuh unit mesin permainan, dan 20 dus barang bukti temuan. 

Dalam kesempatan tersebut, Hariyadi juga menyampaikan harapannya agar Pemko Batam dapat membantu mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gudang barang bukti di Kejari Batam. Selain itu, Hariyadi juga berharap Pemko membantu mengalokasikan lahan untuk parkir kendaraan di Kejari. 

"Kami juga berharap agar Wali Kota Batam yang diwakili Wakil Wali Kota membantu menghibahkan kendaraan pick-up untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," ujarnya. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mengangkut dan mengantarkan kendaraan/sepeda motor warga yang sebelumnya diamankandi Kejari. 

"Pemilik kendaraan mungkin berpikir untuk mengambil kendaraannya karena Kejari jauh. Nah, kalau seandainya ada kendaraan yang tidak digunakan, bisa dihibahkan ke kami. Sebagai bentuk pelayanan prima kami kepada masyarakat. Ini bukan keluhan, Pak, tetapi curhat dari kami," ujar Hariyadi. 

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad langsung merespon apa yang disampaikan Kajari Batam. Amsakar mengatakan, Pemko sudah alokasikan anggaran pembangunan gudang barang bukti di APBD. "Sudah ok. Sudah kami anggarkan di APBD. Intinya Pemko siap membantu," ujarnya.  

Soal lokasi parkir, Amsakar mengatakan, pihaknya akan lakukan kajian terkait penggunaan taman aspirasi untuk lahan parkir Kejari. "Dan tidak menjadi masalah kalau (lahan Taman Aspirasi) kita potong di bagian ujung. Taman ini tujuannya untuk sarana masyarakat menyampaikan aspirasi. Namun jarang digunakan. Dan warga lebih memilih menyampaikan aspirasi langsung ke Pemko Batam. Nanti kami sampaikan ke Wali Kota," ujarnya.

Untuk kendaraan operasional bagi Kejari, sambung Amsakar, pihaknya juga akan mengecek terlebih dahulu ke Bagian Umum dan Satpol PP. Jika misalnya masih ada kendaraan yang tidak terpakai, maka bisa kami hibahkan ke Kejari Batam. "Nanti kami koordinasikan ke Satpol PP dan Bagian Umum," ujar Amsakar.    

Pihaknya menyambut baik pemusnahan barang bukti tindak kejahatan oleh Kejari. "Kami sangat mengpresiasi, terlebih narkoba dan miras  menjadi ancaman bagi wilayah border (perbatasan) seperti wilayah  kita ini," ungkapnya. 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Edy Birton juga menyatakan bahwa Kepri merupakan jalur rawan peredaran gelap narkoba. "Peredaran narkoba di Kepri sangat memprihatinkan. Ada banyak akses atau pintu masuk bagi penyelundup. Mereka leluasa memasukkan barang haram (narkoba) ke Kepri," ungkap Birton. 

Pengungkapan kasus narkoba seberat 1,6 ton dan 1,03 ton yang diungkap TNI AL, Bea Cukai, dan Polri di perairan Kepri pada 2018 lalu, menurut Birton, buktik bahwa Kepri adalah jalur peredaran gelap narkoba. 

Sekadar diketahui, kata Birton, para terdakwa kasus narkoba 1,6 ton dan 1,03 ton telah divonis hukuman mati dan satu orang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. 
 
"Perlu strategi dan upaya lebih maksimal para stakeholders untuk mencegah dan memberantas narkoba di Kepri.Karena kita bisa kehilangan satu generasi akibat maraknya peredaran narkoba saat ini," tegasnya. 

Tidak hanya narkoba, tetapi juga produk dan barang lainnya seperti; makanan dan kosmetik ilegal, minuman beralkohol dan handphone selundupan. 

"Barang-barang tersebut sangat berbahaya dan tentunya merugikan negara. Kerugian negara yang disebabkan oleh masuknya barang-barang ilegal ini diperkirakan mencapai Rp5 miliar," pungkas Birton. 

Hadir dalam kegiatan pemusnahan ini; Kepala PN Batam Syahlan, Kepala BPOM Kepri, BNNP Kepri, Lanal Batam, dan unsur muspida lainnya. (*)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Dialog Investasi dengan para pelaku usaha di Batam, Jumat (15/2/2019). Dialog yang menghadirkan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Sejumlah Unsur KRI Jajaran Komando Armada (Koarmada) I TNI AL dalam sepekan terakhir berhasil menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing. Ke delapan kapal tersebut ..