Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 39 Pekerja Migran Indonesia ke Malaysia
Kamis, 07/02/2019 21:30:40
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga dan Kasubdit IV Ditreskrimsus menunjukkan barang bukti yang disita dari empat pelaku. (Foto: Kabarbatam.com)

BATAM, KABARBATAM.com- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri menggagalkan pengiriman 39 pekerja migran Indonesia ilegal ke Malaysia melalui Pelabuhan Feri Batam Centre, Rabu, 6 Februari 2019. Empat orang ditangkap polisi dalam kasus tersebut.      

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal saat Ditreskrimsus Polda Kepri menerima informasi akan ada pengiriman puluhan pekerja migran Indonesia ke Malaysia, di Pelabuhan Feri Batam Centre, Kota Batam. 

"Informasi ini langsung ditindaklanjuti Ditreskrimsus. Tim Subdit IV Reskrimsus langsung ke pelabuhan. Di lokasi, polisi menemukan tiga mobil yakni dua unit mini bus dan satu mobil Toyota Cayla. Kendaraan itu diduga digunakan membawa para pekerja migran ke pelabuhan," ujar Erlangga di Polda Kepri, Kamis (7/2/2019. 

Tanpa menunggu lama, polisi langsung melakukan penindakan di lokasi. Erlangga mengatakan, Tim Ditreskrimsus berhasil mengamankan 39 pekerja migran Indonesia sesaat sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Puluhan pekerja migran itu, kata Erlangga, merupakan korban.

"Di lokasi, polisi juga berhasil menangkap empat orang terduga pelaku. Mereka berperan sebagai calo dan pengurus yang akan memberangkatkan 39 pekerja migran ke Malaysia. Keempatnya sudah ditetapkan tersangka," ujarnya. Keempat tersangka masing-masing; Alex, 44; Efendi, 42; Ahmadi Setiawan, 36; dan Mawardi, 42. 
          
Modus kejahatan tersangka, kata Erlangga, yakni memberangkatkan pekerja migran menggunakan paspor tanpa dilengkapi visa kerja. "Paspor milik korban seluruhnya asli, namun tidak memiliki visa. Jadi,  seolah-olah pekerja migran ini berangkat ke Malaysia sebagai pengunjung, namun akan dipekerjakan di sana," jelasnya. 

Hasil pemeriksaan, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 17 buku paspor yang masing-masing disita dari tangan tersangka Alex dan Efendi. Dari tangan keduanya, sambung Erlangga, polisi juga menyita uang tunai senilai Rp6 juta dan Rp9,3 juta. 

Selain barang bukti tersebut, polisi juga menyita 10 lembar tiket tujuan Singapura, dan handphone milik para tersangka. Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Juleigtin Siahaan menambahkan, para pekerja migran ini masing-masing direktut di daerah asalnya.

"Mereka direkrut oleh calo yang ada di daerah. Satu orang pekerja migran diminta menyetorkan uang Rp5 juta hingga Rp9 juta. Biaya itu untuk akomodasi selama di Batam termasuk perjalanan ke Malaysia," ujar Juleigtin.  

Adapun daerah asal para korban, yakni beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Lumajang. Selain itu, beberapa pekerja migran berasal dari Lombok, Sulawesi, dan Jawa Tengah. "Daerah asalnya bervariasi. Dari jumlah tersebut, 22 orang laki-laki dan 17 perempuan," ujarnya. 

Keempat tersangka dikenakan Pasal 81 Jo Pasal 69 dan/atau Pasal 83 Jo Pasal 68 dan atau Pasal 86 Jo Pasal 72 Huruf C UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.(*)


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Dialog Investasi dengan para pelaku usaha di Batam, Jumat (15/2/2019). Dialog yang menghadirkan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Sejumlah Unsur KRI Jajaran Komando Armada (Koarmada) I TNI AL dalam sepekan terakhir berhasil menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing. Ke delapan kapal tersebut ..