Polda Kepri Ungkap Prostitusi Online Batam, Tersangka Perdagangkan 7 Wanita Muda
Senin, 11/02/2019 20:50:44
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pos S Erlangga dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha saat konferensi pers kasus prostitusi online, di Mapolda Kepri. (Foto: Humas Polda Kepri)

BATAM, KABARBATAM.com- Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengungkap kasus prostitusi online dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pria berinisial AS ditangkap dalam kasus tersebut. Dia ditetapkan tersangka. Seorang korban berinisial N ikut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan,  anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengungkapan kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE), pada 9 Februari 2019 sekira pukul 17.30 WIB. 

Kasus prostitusi online serta perdagangan orang (trafficking) itu terungkap setelah polisi menyelidiki kasus itu selama tiga bulan sejak Desember 2018. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan di TKP, yakni Perumahan Puri Selebriti 3. 

"Kasus ini terungkap saat polisi melakukan penyamaran dengan memesan pekerja seks komersial melalui website Cewek Panggilan Batam. Dari kasus ini, polisi berhasil menangkap AS alias A," ungkap Erlangga di Media Centre, Polda Kepri, Senin, 11 Februari 2019.  

Selain menangkap AS, Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri juga mengamankan seorang korban. Wanita tersebut dibawa oleh tersangka dari Jakarta menuju Kota Batam untuk dijadikan PSK. 
 
"Untuk pemeriksaan lebih lanjut atas kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE), tersangka dan korban dibawa ke Polda Kepri," ujar Erlangga. 

Erlangga mengungkapkan, modus yang dilakukan tersangka yakni membuka iklan lowongan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan iklan Cewek Panggilan Batam melalui internet. Terdapat beberapa foto dalam website tersebut. 

Hasil penyelidikan dan penyidikan, sambung Erlangga, diperolah keterangan bahwa ada beberapa korban telah diperdagangkan oleh tersangka. Mereka adalah RS alias E, 19 tahun, asal Pangandaran (Jawa Barat); inisial NJ, 20 tahun, asal Cirebon (Jawa Barat); inisial VR, 20 tahun, asal Purwakarta (Jawa Barat).

Inisial MAF alias C, 32 tahun, asal Medan (Sumatera Utara); inisial FH alias I, 32 tahun, asal Jakarta; dan WA, 23 tahun, asal Jawa Tengah.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha menambahkan, tersangka dikenakan Pasal 2 UU RI No 21/2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan atau pasal 45 ayat (1) UU RI No 9/2016 tentang perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Barang bukti yang disita, yakni dua lembar boarding pass kereta api dari Cirebon ke Jakarta atas nama Agus Supriadi dan Nurjanah, satu handphone merek Asus Zenfone seri 3 warna hitam, satu kartu ATM BNI, uang tunai Rp3.250.000, uang hasil rental mobil Rp500 ribu, satu flashdisk berisi video oral sex berdurasi 59 detik antara tersangka dan korban saat akan direkrut menjadi PSK. 

"Selain itu, juga ikut disita, lembar surat keterangan domisili atas nama Estu Suhaya, satu buah kartu ATM CIMB Niaga, dua lembar boarding pass Batik Air dari hlp menuju bth atas nama pelaku dan korban NJ, dan dua butir pil norelut norethusterone (obat penunda haid/pencegah kehamilan)," ujar Dhani. 

Anwar Sadat Guna


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Sejumlah orang tua asuh yang berasal dari Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, memberikan beasiswa kepada 15 siswa MTs swasta di Tambelan.  Dana ..