Industri Pariwisata Kepri Syok akibat Aturan Bagasi Berbayar
Senin, 11/02/2019 21:17:32
Ratusan massa yang tergabung dalam belasan asosiasi di Kepri menggelar pawai menolak aturan bagasi berbayar dan harga tiket pesawat mahal, di Kota Batam, Senin (11/2/2019). (Foto: Jawapos.com)

BATAM, KABARBATAM.com- Penerapan bagasi berbayar yang diberlakukan maskapai penerbangan memantik reaksi asosiasi pelaku pariwisata di Provinsi Kepri. Mereka menyayangkan kebijakan itu. Selain membebani masyarakat, aturan itu juga memukul industri pariwisata di Kepulauan Riau. 

Hal itu disampaikan beberapa perwakilan asosiasi saat menggelar aksi atau Pawai Keprihatinan Pariwisata di Gedung DPRD Kota Batam, Senin, 11 Februari 2019. Pawai ini diikuti ratusan orang dengan membawa atribut, spanduk, dan juga alat musik untuk memeriahkan pawai. 

Pawai ini terbilang unik karena peserta aksi mengenakan aneka busana karnaval. Peserta pawai juga membentangkan spanduk sebagai bentuk keprihatinan terhadap industri pariwisata di Kepri.  

Aksi dan pawai ini menarik perhatian warga dan pengendara. Sesekali peserta mengumandangkan yel-yel, dari Batam untuk Indonesia.  Irwandi Azwar, Ketua DPD Asosiasi Pelaku Industri Pariwisata Kepri mengatakan, penetapan aturan bagasi berbayar dan tingginya harga tiket pesawat saat ini dirasa sangat memukul industri pariwisata Kepri dan Batam khususnya.

Saat ini, kata Irwandi, industri pariwisata terkena dampak dari kebijakan maskapai menaikkan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar. Hampir seluruh sektor di industri pariwisata, kata dia, terkena dampaknya. 

"Persentase penurunan di sektor industri pariwisata Kepri berada di angka 65 persen. Bahkan tingkat hunian hotel saat ini hanya sekitar 30 persen. Artinya, semua sektor terkena dampaknya," ujar Irwan. 

Jika hal ini terus dibiarkan, kata dia, dapat berdampak pada perekonomian di Kepri. "Kami mendesak pemerintah, dalam hal ini kementerian terkait dapat mengintervensi kebijakan yang diberlakukan maskapai," tegasnya. 

Surya, perwakilan Asosiasi Pariwisata Bahari (Aspabri) Kepri menambahkan, sektor pariwisata di Kepri saat ini mulai stagnan seiring pemberlakuan bagasi berbayar dan tingginya harga tiket pesawat.   

"Kami menyampaikan kondisi riil pariwisata Kepri saat ini. Mulai menurun. Banyak kunjungan wisata ke Batam terpaksa dibatalkan karena penetapan tarif berbayar dan harga tiket pesawat tinggi," ujarnya. 

Sumiati Marzuki. Wakil Ketua Asosiasi Manager HRD Kepri menambahkan, menurunya industri pariwisata di Kepri saat ini juga berimbas pada  SDM di sektor pariwisata. Banyak karyawan tidak dipekerjakan karena sepinya wisatawan yang berkunjung ke Kepri. 

"Dampaknya dirasakan di semua sektor. Tak hanya di sektor SDM, industri UMKM juga terkena dampaknya. Orderan produk UKM sepi karena menurunnya kunjungan wisatawan," ungkapnya.   

Pawai dan aksi keprihatinan di Kantor DPRD Batam disambut Ketua DPRD Batam Nuryanto, Ketua Komisi II Edward Brando, dan Anggota DPRD Batam Uba Ingan Sigalingging. Nuryanto juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sektor pariwisata di Kepri, khususnya Batam.

"Ini merupakan keprihatinan kita bersama. Banyak sektor pariwisata yang terkena dampaknya. Hal itu bisa kami rasakan. Harus segera ada tindakan penerintah agar bisa mengintervensi kebijakan bagasi berbayar dan tingginya harga tiket pesawat saat ini," ujarnya.

Pihaknya akan segera menindaklanjuti pernyataan sikap belasan asosiasi ini. "Paling cepat besok segera kami menyurati Kementerian Perhubungan melalui Gubernur Kepri agar bisa mengatasi permasalahan ini. Harapan kami bagasi berbayar dan harga tiket pesawat dapat ditinjau lagi," ujarnya. 

Asosiasi yang menggelar aksi keprihatinan ini di antaranya, Asosasi Pelaku Pariwisata I donesia (ASPPI), Aspabri, PHRI, Asita, Insan Pariwisata Kepri (IPI) Kepri, Human Resort Hotel Manager Assosiation (HRHMA), dan asosiasi lainnya. 



Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   metropolitan-
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Dialog Investasi dengan para pelaku usaha di Batam, Jumat (15/2/2019). Dialog yang menghadirkan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady ..
KEPRI
BATAM, KABARBATAM.com- Sejumlah Unsur KRI Jajaran Komando Armada (Koarmada) I TNI AL dalam sepekan terakhir berhasil menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing. Ke delapan kapal tersebut ..