Setelah Pegatron dan Excelitas, Giliran PMA Asal Jepang Masuk Batam
Selasa, 12/02/2019 15:24:05
Kawasan industri di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: Kabarbatam.com)

BATAM, KABARBATAM.com- Beberapa perusahaan asing melirik Batam sebagai tujuan investasi. Bahkan ada di antaranya yang sudah merelokasi usaha atau industrinya ke Batam. Perusahaan yang sudah relokasi ke Batam adalah Pegatron. Perusahaan ini bahkan sudah berproduksi dan ekspor ke Amerika. 

Perusahaan asal Taiwan tersebut disebut memboyong investasi senilai USD40 juta. Adapun jumlah tenaga kerja di perusahaan yang memproduksi smarthome ini mencapai 2.000 orang. Selain Pegatron, perusahaan lainnya yakni Excelitas juga merelokasi pabriknya ke Batam. 

"Relokasi pabrik Excelitas yang kantor pusatnya berada di California, Amerika Serikat akan dilakukan secara bertahap ke Batam. Lokasi relokasinya ke Kawasan Industri Batamindo," ujar Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo di Gedung Marketing Centre BP Batam, belum, lama ini. 

Sekadar diketahui, sejak 1994 perusahaan Excelitas sudah beroperasi di Batamindo dan mempekerjakan sebanyak 1.800 tenaga kerja. Tahun ini perusahaan tersebut mendapatkan banyak proyek sehingga dilakukan relokasi bertahap dari California untuk dikerjakan di Batam. 

Pegatron atau PT Pegatron Technologi Indonesia juga membangun pabriknya di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Kota Batam. 

Manager Admin dan General Affair Kawasan Industri Batamindo, Tjaw Hioeng, mengatakan, Penanaman Modal Asing (PMA) asal Hongkong, Pegatron yang juga membuka pabriknya di Batamindo sudah mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Investasi awal sebesar USD3,2 juta dan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 120 orang. "Untuk tahap awal akan menempati tiga gedung dengan luasan total sebesar 10.000m2," ujat Tjaw. 

Selain Pegatron, masih ada satu PMA asal Jepang yakni PT Maruho Hatsujyo Batam juga telah mendapatkan NIB dan segera beroperasi. Tjaw mengatakan, nilai awal investasi perusahaan ini sebesar USD1,6 juta dengan tenaga kerja 70 orang. 

"Debotttle necking atau menghilangkan sumbatan-sumbatan yang menghambat kinerja sektor manufacture seperti tata kelola upah, produktivitas, ketrampilan, regulasi dan biaya ekonomi yang tinggi perlu mendapat perhatian bersama," ujarnya. 

"Selain itu, yang menjadi perhatian kita sekarang adalah tidak seimbangnya antara produkvitas dengan upah pekerja yang terus meningkat, kemudian biaya logistik yang cukup tinggi serta regulasi yang sangat komplek," ujarnya. (*)        


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   bisnis
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
TANJUNGPINANG, KABARBATAM.com- Sejumlah orang tua asuh yang berasal dari Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, memberikan beasiswa kepada 15 siswa MTs swasta di Tambelan.  Dana ..