KRI Koarmada I Tangkap 8 Kapal Kargo dan Tanker di Perairan Bintan
Sabtu, 16/02/2019 17:29:19
Salah satu kapal tanker yang ditangkap unsur KRI Jajaran Koarmada I di perairan Tanjung Berakit, Kab Bintan, Provinsi Kepri. (Foto: Ist)

BATAM, KABARBATAM.com- Sejumlah Unsur KRI Jajaran Komando Armada (Koarmada) I TNI AL dalam sepekan terakhir berhasil menangkap delapan kapal kargo dan kapal tanker asing. Ke delapan kapal tersebut melakukan lego jangkar tanpa izin di wilayah teritorial Indonesia. 

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol P Agung Nugroho, mengungkapkan, delapan kapal jenis kargo dan tanker dari berbagai negara tersebut ditangkap oleh unsur KRI Jajaran Koarmada I saat berlabuh atau lego jangkar tanpa izin di perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. 

"Hal tersebut melanggar Pasal 194 (3) UU No 17/2008 tentang Pelayaran. Semua kapal asing yang menggunakan alur laut kepulauan Indonesia dalam pelayarannya tidak boleh menyimpang, kecuali dalam keadaan darurat,” ungkap Agung, Minggu, 16 Februari 2019.  

Agung mengatakan, kapal-kapal tersebut diduga memanfaatkan perairan teritorial Indonesia yang jauh dari pengawasan aparat pelabuhan untuk melakukan kegiatan ilegal, seperti; ship to ship transfer, ilegal oil, maupun pembuangan limbah. 

Selain itu, kata Agung, kapal-kapal asing tersebut juga menghindari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor labuh jangkar. "Ke delapan kapal tersebut ditangkap unsur KRI Jajaran Koarmada I yang sedang melaksanakan patroli sektor di wilayah Perairan Tanjung Berakit, Bintan, Provinsi Kepri," tegasnya. 

Kapal asing yang ditangkap tersebut, pertama; KRI Pulau Rusa-726 Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada I berhasil menangkap kapal MT. Archangelos Gabriel, Tonage 40.682 GT, bendera Yunani yang lego jangkar atau berlabuh di perairan Tanjung Berakit, Bintan, pada Jumat, 8 Februari 2019.  

Selanjutnya, KRI Teuku Umar-385 Satuan Kapal Korvet (Satkor) Koarmada I juga menangkap kapal MT. Agros, Tonage 25.202 GT, bendera Bahama yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin, Jumat, 8 Februari 2019.  

Berikutnya, KRI Alamang-644 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I berhasil menangkap kapal MV. Wen De, Tonage 44.543 GT, berbendera Hongkong. Adapun muatannya yakni batubara 79.150 ton. Kapal ini lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa ijin dan tidak mengibarkan bendera kebangsaan, Jumat 8 Februari 2019. 

KRI Siwar-646 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I berhasil menangkap kapal MT. Petrolimex 06, Tonage 22.735 GT, Bendera Vietnam yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin, Jumat 8 Februari 2019. 

Sementara itu, KRI Bung Tomo-357 Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I juga berhasil menangkap tiga kapal asing yang sedang lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin, pada Sabtu 9 Februari 2019. 

Ketiga kapal tersebut yakni kapal SG. Pegasus, tonage 8,195.00 GT, bendera Panama; kapal MCP. Bilbao, tonage 5.316, bendera Singapore; dan kapal MT. Bliss, Tonage 2.990, bendera Liberia.

Terakhir adalah KRI Barakuda-633 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I berhasil menangkap kapal MT. Afra Oak, Tonage 57.567 GT, bendera Liberia dengan muatan 93.727,756 MT Crude Oil uang sedang lego jangkar tanpa ijin di wilayah teritorial Indonesia, tepatnya di Perairan Tanjung Berkait,  Selasa 12 Febrauri 2019.

"Kapal-kapal tersebut saat ini masih diamankan oleh TNI AL dalam hal ini Unsur KRI Jajaran Koarmada I di perairan sekitar Tanjung Berakit, Bintan, untuk penyelidikan lebih lanjut," pungkas Agung. (*)


Editor  : Andi Cahyadi
Tags
   
   bintan
   
   bintan
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..