Pembahasan Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah Ditolak Mayoritas Fraksi di DPRD Batam
Selasa, 12/02/2019 21:41:57
Suasana rapat paripurna DPRD Kota Batam. (Foto: net)

BATAM, KABARBATAM.com- Mayoritas fraksi di DPRD Kota Batam menolak dilanjutkannya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah. Pengalokasian anggaran 15 persen selama 30 tahun ke depan menjadi faktor utama sejumlah fraksi menolaknya.

Rapat ini dipimpin Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, diruang sidang umum DPRD Kota Batam, Senin (11/2/19) siang. Agenda Rapat untuk membacakan pendapat Wali Kota Batam terhadap Ranperda penataan dan pelestarian Kampung Tua, sekaligus pembacaan pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah.

Mewakili Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad membacakan bahwa Pemko Batam sependapat terkait pandangan Ranperda penataan dan pelestarian Kampung Tua. Sedangkan, untuk Ranperda Bea Gerbang atau jasa pengelolaan sampah diakhir rapat, kepada wartawan Amsakar mengatakan akan ditunda pembahasannya, dan dilanjutkannya .

"Mayoritas Fraksi menolak melanjutkan pembahasan Ranperda Bea Gerbang dan Pengelolaan Sampah. Artinya kami akan mengikuti dan mengkaji ulang Ranperda ini. Khusus untuk TPA Punggur, saat ini memang sudah harus diperhatikan bagaimana cara mengelola sampah yang semakin banyak, sedangkan lahan semakin berkurang di TPA sana,” ujar Amsakar.

Sebelumnya, dalam rapat mengenai Ranperda Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah, dimana pandangan Fraksi PPP yang dibacakan juru bicaranya, H. Erizal juga tidak setuju untuk dilanjutkan pembahasannya. "Setelah mempelajari penjelasan wali kota Batam tentang penjelasan umum Ranperda dan jasa pengolahan sampah ini, tidak setuju untuk dilanjutkan pembahasannya, karena kondisi anggaran defisit bahkan bisa terbebani selama 30 tahun dengan anggaran 15 persen,” ujarnya.

Fraksi Partai Nasdem, melalui juru bicaranya Amintas Tambunan menyampaikan fraksinya sangat setuju dikarenakan ini hal yang sangat penting untuk kelangsungan lingkungan, kemudian perlindungan terhadap penduduk Kota Batam. "Oleh karena itu kami setuju bahwa Ranperda ini boleh dilanjutkan untuk pembahasan selanjutnya," ujarnya. 

Adapun pandangan umum Fraksi PAN dan Partai Gerakan Indonesia Raya sependapat menolak dilanjutkan pembahasan Bea Gerbang atas jasa pengelolaan sampah dikarenakan dapat mengganggu pendapatan daerah Kota Batam. Menanggapi pandangan umum fraksi, pimpinan rapat paripurna. Nuryanto akhirnya memutuskan, pembahasan Ranperda Bea Gerban atas jasa Pengolahan Sampah belum bisa dilanjutkan ke tingkat pansus.(*)


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   parlemen
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..