Edy Putra Pastikan Pengembangan Bandara Hang Nadim Tetap Berjalan
Rabu, 27/02/2019 14:54:01
Kepala BP Batam Edy Putra Irawady dan Walikota Batam HM Rudi tampil sebagai nara sumber di acara dialog bisnis bertajuk; Roundtable Dialogue Session with Batam Authorities, di SBF Center, Robinson Road, Singapura, Selasa (26/2/2019). (Foto: Humas BP Batam)

BATAM, KABARBATAM.com- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady memastikan bahwa kegiatan investasi dan pembangunan infrastrutktur di Batam tetap berjalan. 

Meski ada pergantian pimpinan BP Batam yang belum lama ini dilakukan oleh pemerintah, menurut Edy Putra, hal tersebut tidak akan menghambat kegiatan dunia usaha di Batam. 

Demikian disampaikan Edy Putra Irawady saat hadir sebagai nara sumber dalam dialog bisnis bertajuk; Roundtable Dialogue Session with Batam Authorities, di SBF Center, Robinson Road, Singapura, Selasa (26/2/2019). 

Di hadapan para pengusaha Singapura yang tergabung dalam Singapore Business Federation (SBF) dan KADIN Singapore Commite,
Edy Putra mengatakan bahwa sejumlah rencana pengembangan proyek, seperti; Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan Pelabuhan Batuampar dipastikan tetap berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. 

Pihaknya juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan Batam sebagai Bandar Niaga Nusantara atau Global Commercial Zone. 

"Tujuannya tentu supaya Batam ke depan bisa terus tumbuh dengan baik dan sejahtera. Karena itu BP Batam akan terus komitmen meningkatkan pelayanan dan pengembangan investasi di Batam", ujarnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan sejumlah rencana dan strategi pemerintah dalam pengembangan Batam sebagai tujuan investasi. Yakni, rencana penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam. Pemerintah akan terus memberikan insentif kepada para pelaku usaha. 

“Kami sudah memetakan beberapa wilayah untuk dijadikan KEK secara enclave, ini menjadi pilihan bagi pengusaha. Tentu akan banyak insentif di KEK, seperti; tax holiday, mini tax holiday, tax allowance, dan sebagainya,” ungkap Edy. 

Ia pun menghimbau di hadapan para peserta dialog bisnis dan pengusaha Singapura agar tidak resah dengan rencana penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam sebab yang membedakan adalah fasilitas atau insentif yang diberikan. 

Batam, lanjut Edy, mengalami perubahan peradaban dari manufaktur ke jasa, untuk itu berbagai pengembangan ke depan akan lebih diprioritaskan. 

Pertama, destinasi wisata seperti world factory outlet, Galang - Vietnam Humanity Memorial Park, Taman Rusa, sport hall, dan MICE. Kedua, Pelayanan kesehatan bertaraf internasional. Ketiga, Kampus bertaraf Internasional dan Balai Pelatihan. Keempat, Ligistic Hub & e-commerce. Kelima, Import Subsitution industry (pharmacy, medical device, raw sugar, dairy product). Keenam, Financial district. Ketujuh, Export oriented global value chains indusry. 

Selain Kepala BP Batam Edy Putra Irawady, nara sumber utama dalam acara dialog bisnis ini, yakni Walikota Batam HM Rudi. Hadir juga, antara lain Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, serta ketua maupun pengurus SBF dan KADIN Singapore Commite, termasuk Assistant Executive Director SBF Thian Tai Chew. (*)   


Editor  : Aan Sahputra
Tags
   
   bp-batam
BP BATAM
BATAM, KABARBATAM.com- Sebanyak 16 pemanah asal Klub Panahan BIFZA ASC Kota Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun turut serta dalam kejuaraan antar pelajar di ..
KEPRI
BINTAN, KABARBATAM.com- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bintan menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Warga yang memiliki perigi atau sumur mulai kesulitan mendapatkan air. ..